Berita

Kanselir Austria Karl Nehammer/Net

Dunia

Austria: Embargo Gas Rusia akan Mengancam Keruntuhan Ekonomi dan Pengangguran Massal

JUMAT, 29 JULI 2022 | 12:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Austria mengungkapkan bahwa negera itu masih terus melakukan pembicaraan mengenai dampak sanksi gas Rusia.

Kanselir Austria Karl Nehammer pada konferensi pers dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban mengatakan, saat ini tidak mungkin memberlakukan embargo terhadap gas Rusia karena mengancam keruntuhan industri dan mengakibatkan pengangguran.

“Posisi Austria sedemikian rupa sehingga tidak mungkin memberlakukan embargo terhadap gas," kata Nehamer, seperti dikutip dari Euro News.


"Ini bukan hanya karena Austria bergantung pada gas Rusia. Industri Jerman juga bergantung padanya, dan jika runtuh, industri Austria juga akan runtuh; kita akan menghadapi pengangguran massal," kata politisi itu.

Situasi di Ukraina saat ini jelas menunjukkan bahwa sanksi yang telah disetujui bertindak tidak cukup cepat, kata Nehammer.

"Ini karena tentara Rusia dan Federasi Rusia memiliki ketahanan karena ukuran dan kemampuannya, yang masih bisa ditunjukkan," katanya.

Nehammer kemudian memberi isyarat bahwa ia yakin pembatasan sehubungan dengan komponen elektronik akan lebih efisien dibandingkan dengan sanksi energi, dan merupakan 'sanksi cerdas'.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Dua Kali Belanja dalam Sepekan, Komisaris AMMN Tambah 4,62 Juta Saham

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:23

Di KUII VIII, MUI Dorong Gagasan Danantara Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:38

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:20

Walkot Jakpus Melarang Laporan Warga Berhenti di Meja Birokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:03

Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:51

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:42

Untung Hakim Masih Ada

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:25

Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Dimulai di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:19

Selengkapnya