Berita

Presiden Marcos memerintahkan operasi penyelamatan dan bantuan kepada warga di Provinsi Abra yang terdampak gempa pada Rabu (27/7)/Net

Dunia

Gempa 7,1 Magnitudo, Presiden Filipina Segera Kerahkan Tim Penyelamat dan Bantuan di Provinsi Abra

RABU, 27 JULI 2022 | 14:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr segera mengirimkan tim penyelamat serta bantuan ke Provinsi Abra, setelah gempa berkekuatan 7,1 Magnitudo menyerang wilayah itu pada Rabu (27/7).

Menurut Survei Geologi AS, belum ada laporan terbaru mengenai cedera serius atau kematian akibat gempa. Namun, sebuah rumah sakit dan bangunan di provinsi Abra rusak parah akibat gempa yang berpusat di pulau Luzon Filipina.

"Kami masih mengalami gempa susulan. Kami telah menerima laporan kerusakan rumah. Namun sejauh ini tidak ada korban jiwa," kata Walikota Lagangilang di provinsi Abra, Rovelyn Villamor.


Seperti dikutip dari Reuters, Direktur badan seismologi Filipina, Renato Solidum, mengatakan gempa susulan yang kuat diperkirakan segera terjadi, khususnya di sekitar provinsi Abra.

Anggota kongres di provinsi Ilocos Sur, Eric Singson, mengatakan kepada stasiun radio DZMM bahwa gempa yang terasa kuat itu berlangsung 30 detik atau lebih.

Ibu kota Manila juga turut merasakan dampak gempa, di mana beberapa warga terpaksa dievakuasi dari gedung berlantai 30 dan sistem kereta bawah tanah juga harus dihentikan pada jam-jam sibuk.

Abra merupakan provinsi yang dihuni hampir 250.000 orang. Terletak di bagian Utara Filipina dan berada diantara Lembah-lembah yang dalam, bukit-bukit yang landai, serta dikelilingi oleh pegunungan yang terjal.

Filipina cukup rentan terhadap bencana alam karena terletak di zona Cincin Api Pasifik yang aktif secara seismik karena banyaknya gunung berapi dan garis patahan yang melingkari tepi Samudra Pasifik.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya