Berita

Indian Institute of Technology (IIT) Madras kembangkan alat kecerdasan buatan PIVOT'al Move//Indiana Express

Dunia

Peneliti IIT Madras Kembangkan AI PIVOT'al Move untuk Personalisasi Diagnosis Kanker di India

RABU, 27 JULI 2022 | 07:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Peneliti dari Indian Institute of Technology (IIT) Madras, telah mengembangkan alat kecerdasan buatan (AI) yang bernama PIVOT'al Move untuk dapat memprediksi mutasi gen penyebab kanker pada seseorang.

PIVOT merupakan bagian dari perawatan kanker yang telah berkembang di seluruh dunia. Alat ini memanfaatkan informasi tentang mutasi, ekspresi gen, variasi jumlah salinan dalam gen, dan perubahan jaringan biologis untuk memprediksikan spesifikasi mutasi.

Menurut Peneliti IIT, Madras Malvika Sudhakar, pengobatan kanker dengan metode konvensional termasuk kemoterapi dan radiasi,  turut membunuh sel-sel non-kanker yang menyebabkan efek samping parah bagi pasien. Sehingga, PIVOT hadir membantu mengidentifikasi mutasi kanker dengan cara personalisasi gen berdasarkan dampak dan fungsinya.


Associate professor, Bhupat and Jyoti Mehta School of Biosciences di IIT Madras, Dr Karthik Raman, menyatakan perubahan dalam genom akan mendorong perkembangan kanker. Lanskap genomik kanker sangat kompleks, sehingga sulit membedakan jenis kanker dalam jumlah mutasi yang diamati.  

"Gen yang bermutasi bervariasi antara jenis kanker dan dalam subtipe kanker. Heterogenitas sel tumor dapat mengacaukan pemahaman kita tentang evolusi tumor," jelasnya seperti dikutip dari News 18 pada Rabu (27/7).

Dokter Raman mengungkapkan bahwa PIVOT didasarkan pada model pembelajaran mesin yang mengklasifikasikan gen sebagai TSG, OG atau gen netral. Alat ini berhasil memprediksi OG dan TSG yang ada seperti TP53, PIK3CA, kemudian terkait gen kanker baru seperti PRKCA, SOX9 dan PSMD4.

Dia menyatakan bahwa saat ini IIT telah melatih data tentang genom kanker yang tersedia untuk umum. Namun, setiap individu yang didiagnosis menderita kanker, genom kanker mereka dapat diuji menggunakan pipa PIVOT.  

"Di masa mendatang, kami berharap dapat memperluas data pelatihan untuk PIVOT dan membuatnya dapat digunakan secara luas," pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya