Berita

Pengunjuk rasa serang kantor perdamaian PBB karena dianggap gagal mengemban misi perlindungan bagi warga Goma di Republik Rakyat Kongo pada Senin, 25 Juli 2022/Net

Dunia

Pengunjuk Rasa Kongo Geruduk Kantor Misi PBB, Tuntut Pengusiran Pasukan Perdamaian

SELASA, 26 JULI 2022 | 15:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kantor Misi Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Stabilisasi di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO) digeruduk oleh ratusan pengunjuk rasa yang frustasi karena peacekeeper atau pasukan perdamaian dinilai gagal melindungi warga.

Pengunjuk rasa menuntut diakhirinya misi perdamaian, sembari memblokir jalan-jalan di kota dengan batu dan kerikil.

Dari laporan Reuters pada Senin (25/7), para pengunjuk rasa mengobrak-abrik kantor dan membakar ban di gerbang kantor tersebut.


"Salah satu kantor kami diserang oleh pengunjuk rasa pagi ini. Mereka memasuki salah satu pangkalan kami dan menjarah peralatan. Mereka berhasil memasuki beberapa kantor, kami jelas sangat terkejut dengan ini," kata jurubicara MONUSCO.

Kepala MONUSCO Khassim Diagne mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan kontradiktif dengan mandat misi perdamaian PBB.

Jurubicara pemerintah Kongo, Patric Muyaya mengutuk keras segala bentuk kekerasan terhadap personel dan fasilitas PBB. Pihaknya juga menjamin para pelaku akan segera diadili dan menerima hukuman berat.

Protes itu diserukan oleh faksi sayap pemuda partai berkuasa UDPS Presiden Felix Tshisekedi yang menuntut penarikan segera pasukan penjaga perdamaian PBB karena ketidakefektifan mereka mengemban misi perdamaian di Kongo.

Ketegangan di Wilayah Timur Kongo kerap terjadi akibat bentrokan antara tentara Kongo dan kelompok pemberontak M23 yang telah membuat ribuan orang mengungsi.

Menurut laporan Human Rights Watch, kelompok pemberontak M23 telah membunuh sedikitnya 29 warga sipil sejak pertengahan Juni di daerah-daerah di bawah kendali mereka.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya