Berita

Tunisia/Net

Dunia

Hanya 25 Persen Pemilih yang Ikut Referendum Konstitusi Baru Tunisia

SELASA, 26 JULI 2022 | 14:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Referendum pada Senin (25/7) untuk mengajukan konstitusi baru Tunisia yang diusulkan Presiden Kais Saied hanya diikuti oleh 25 persen pemilih terdaftar

Direktur lembaga pemungutan suara Sigma Conseil, Hassan Zargouni mengatakan dari pemilih yang berpartisipasi, sebanyak 92,3 persen setuju atau mendukung rancangan konstitusi baru.

Menurut Otoritas Tinggi Independen untuk Pemilihan, sebanyak 1,21 juta atau 13,6 persen pemilih, telah berpartisipasi dalam referendum yang dibuka dari Senin pukul 06.00 waktu setempat hingga pukul 15.30 waktu setempat.


Sementara tempat pemungutan suara tutup pada Senin malam.

Awalnya otoritas memperkirakan ada lebih dari 9 juta pemilih yang akan ambil bagian dalam referendum.

Namun hampir 75 persen pemilih justru memilih untuk tidak berpartisipasi.

Saied menuduh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab telah menciptakan krisis dengan mengalihkan perhatian warga dari masalah nyata di Tunisia.

Ia kemudian mendorong rakyat Tunisia untuk memberikan suara mereka pada konstitusi baru dan bagi mereka yang menentang diharapkan tidak meninggalkan Tunisia.

Tunisia telah mengalami krisis politik yang berkepanjangan sejak 25 Juli 2021, saat Saied disebut telah menggulingkan pemerintah dan menskors parlemen.

Pasukan militer Tunisia menganggap tindakan ini sebagai kudeta terhadap konstitusi, tetapi yang lain melihatnya sebagai revolusi 2011 untuk menggulingkan Presiden Zine El Abidine Ben Ali.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya