Berita

Pengembangan kekuatan rudal dan drone milik Iran menjadi tantang tersendiri bagi dominasi militer AS di kawasan/Interesting Engineering

Dunia

Kembangkan Rudal dan Drone Militer, Iran Tantang Dominasi AS di Kawasan

SELASA, 26 JULI 2022 | 12:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Setelah berakhirnya perang Iran-Irak tahun 1980-an, Republik Islam Iran mulai mengembangkan kemampuan rudal dan drone militer yang kekuatannya semakin diakui dan menjadi tantangan baru bagi dominasi AS di Kawasan.

“Strategi Iran untuk mengembangkan industri rudal dan drone telah mencapai kesuksesan signifikan serta diakui oleh komandan Amerika dan NATO. Kekuatan ini telah menantang dominasi militer Amerika di kawasan dan dunia,” ucap anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Javad Karimi Qodousi pada Senin (25/7).

Karimi mengungkapkan bahwa drone dikembangkan guna menjaga keamanan negara hingga kedalaman 2.000 kilometer. Selain itu, Demonstrasi kekuatan rudal dan drone di berbagai media merupakan bentuk pertahanan Iran terhadap musuh.


Seperti dikutip dari Tehran Times, Karimi menunjukkan bahwa pengembangan kekuatan drone Iran sangat efektif dalam mengintegrasikan negara-negara Islam dan menciptakan perdamaian serta stabilitas kawasan.

"Setiap orang, kelompok atau negara yang menentang rezim Zionis, Iran akan mendukungnya dengan sekuat tenaga, dan Iran dapat memberi mereka pengetahuan di bidang drone,” jelasnya.

Karimi menilai permintaan beberapa negara untuk membeli drone dari Iran merupakan tanda semakin besarnya kekuatan dan kemajuan sektor pertahanan negara.

Kemampuan drone Iran bukanlah hal baru. Selama dekade terakhir negara ini telah berhasil mengembangkan berbagai drone tempur dan drone pengintai.  

Pencapaian besar terbaru diresmikan awal bulan ini ketika angkatan laut dan darat Iran meresmikan kapal induk drone pertamanya yang mencakup berbagai jenis drone modern dan canggih yang diproduksi oleh para ahli di Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan Iran.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya