Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Iran Mendukung Upaya Perdamaian dan Gencatan Senjata dalam Konflik Yaman

SELASA, 26 JULI 2022 | 06:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL.  Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) harus segera membuat keputusan untuk menghapus pengepungan ekonomi yang diberlakukan di Yaman.

Seruan itu dikemukakan pemerintah Iran lewat pembantu senior Menteri Luar Negeri Ali-Asghar Khaji dalam pernyataannya baru-baru ini, seperti dilaporkan Fars News, Senin (25/7).

Khaji juga mengulang kembali seruan untuk gencatan senjata dan menyatakan bahwa Iran mengharapkan perdamaian di negara yang dilanda perang itu.
Pada Minggu (24/7) Khaji melakukan pertemuan dengan perwakilan khusus kementerian luar negeri Italia untuk urusan Yaman dan Afghanistan.

Pada Minggu (24/7) Khaji melakukan pertemuan dengan perwakilan khusus kementerian luar negeri Italia untuk urusan Yaman dan Afghanistan.

Selama pertemuan itu, kedua belah pihak bertukar pandangan tentang perkembangan terbaru dari krisis Yaman dan proses perdamaian di negara itu, termasuk perlunya mengadopsi strategi praktis untuk menyelesaikan krisis.

Iran berharap ada langkah segera untuk mengakhiri derita orang-orang Yaman yang tak berdaya dan tertindas.

Sejak awal, Iran percaya bahwa krisis Yaman tidak memiliki solusi militer, menurut Khaji. Krisis harus diselesaikan melalui dialog politik Yaman-Yaman, katanya.  

Konflik Yaman digambarkan oleh PBB sebagai “krisis kemanusiaan terburuk di dunia”. Sebanyak 377.000 orang tewas dan lebih dari dua pertiganya adalah anak di bawah usia lima tahun, menurut angka PBB pada akhir tahun 2021.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya