Berita

Perdana Menteri Moldova Natalia Gavrilita/gov.md

Dunia

Moldova Ungkap Kekhawatiran Terbesarnya terhadap Perang Rusia: Tidak Ada yang Aman

SENIN, 25 JULI 2022 | 12:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Moldova pada Minggu (24/7) menyatakan bahwa dia sangat khawatir terhadap ancaman invasi Rusia yang kini semakin mendekati perbatasan Moldova-Ukraina.

“Ini adalah skenario hipotetis untuk saat ini, tetapi jika tindakan militer bergerak lebih jauh ke bagian barat daya Ukraina dan menuju Odessa, maka tentu saja kami sangat khawatir,” kata Perdana Menteri Moldova Natalia Gavrilița seperti dikutip The Hill.

Pasukan Rusia ingin menyerang Donbas timur untuk menguasai jantung industri Ukraina dan mengamankan jembatan darat ke Semenanjung Krimea. Namun itu juga dilakukan agar Rusia dapat mengakses Transnistria yang telah memisahkan diri dari Moldova dan memihak Rusia setelah mendeklarasikan kemerdekaanya pada tahun 1992.


“Kami sangat khawatir, terutama mengingat pasukan berada di wilayah wilayah Transnistria yang memisahkan diri. Kami melakukan segala hal untuk dapat menjaga perdamaian dan stabilitas serta memastikan bahwa pertempuran tidak meningkat,” kata Gavrilița.

Gavrilița mengungkapkan bahwa agresi Putin telah menciptakan situasi sulit bagi negara-negara Eropa lainnya, bukan hanya Moldova.

“Jika suatu negara dapat memulai perang aneksasi tanpa memperhatikan hukum internasional, maka dalam hal ini, tidak ada yang aman,” pungkasnya.

Moldova adalah negara kecil dengan populasi sekitar 2,5 juta orang. Negara ini pernah menjadi bagian dari Uni Soviet sampai tahun 1991, hingga memisahkan diri dari blok komunis yang runtuh.

Selama perang di Ukraina, Moldova telah menampung sekitar setengah juta pengungsi Ukraina, sekaligus menampung lebih banyak pengungsi per kapita dari berbagai negara.

Ketakutan Moldova akan invasi Rusia meningkat pada bulan Maret, ketika sebuah foto yang bocor menunjukkan sekutu Putin dan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menunjuk ke arah Moldova di peta pertempuran.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya