Berita

Pengamat hukum STH Jentera Bivitri Susanti/Net

Hukum

Bivitri Susanti: Kurangnya Pengetahuan Penegakan Hukum Buka Ruang Legalisme Otokritik

MINGGU, 24 JULI 2022 | 16:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kurangnya pengetahuan publik terhadap penegakan hukum membuka ruang terlalu lebar untuk legalisme autokratik di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh pengamat hukum STH Jentera Bivitri Susanti dalam menyampaikan pendapatnya ketika menyikapi hasil survei terkait penegakkan hukum yang dikeluarkan Lembaga Survei Indonesia (LSI) secara virtual, Minggu (24/7).

Bivitri mengurai banyak masyarakat yang masih menyangka bahwa polisi turut andil dalam memutuskan suatu perkara dalam survei LSI disebutkan sebanyak 10persen dan ada yang tidak tahu.


Menurutnya, dalam temuan LSI ini didapati ternyata pengetahuan tentang lembaga penegak hukum sebenarnya rendah dan sebenarnya tidak tinggi.

Jika melihat dari sisi tugas kepolisian kelihatannya dari tingginya grafik ini seakan-akan tapi perhatikan bahwa ternyata dari segi pengetahuan cukup banyak 30 persen bahwa tidak tahu ternyata penyelidikan dan penyidikan perkara itu wewenang polisi penuntutan itu ternyata itu kejaksaan tapi yang tidak tahu ada 15 persen.

"Jadi buat saya ini sebenarnya menunjukkan fenomena bahwa pengetahuan tentang lembaga penegak hukum sebenarnya rendah. Tapi bacaan ini kurang penting, kalau kita tinggalkan begitu saja,” ucap Bivitri.

“Tapi refleksi lebih lanjutnya adalah ini sebenarnya membuka ruang yang terlalu besar untuk kita sebut dengan otokratik legalisme kurangnya pengetahuan tentang penegakan hukum itu sebenarnya membuka ruang terlalu lebar untuk legalisme otokratik,” imbuhnya.

Bivitri menuturkan dengan ketidakpahaman masyarakat terkait sistem dan prosedur penegakkan hukum tersebut, maka yang terjadi adalah legalisme otokratik.  

Di mana, otokratik legalisi ini adalah yang diberi sesuatu berdasarkan hukum negara sehingga seakan-akan itu punya legitimasi hukum atau legal dengan menjadikannya legalisme.

Kemudian bahwa kedua hal waktu membentuk hukum mungkin undang-undang misalnya undang undang tidak dibuat untuk memecahkan akar masalah tapi untuk melegalkan praktik otokratisme.

“Otokratisme itu sederhananya kekuasaan yang di tangan satu orang yang berlawanan dengan demokrasi dan cenderung pada otoritarianisme,” ujarnya.

"Tapi Intinya saya ingin menjelaskan bahwa kenapa ini menjadi ruang yang terlalu besar karena tentu saja persepsi tentang lembaga hukum itu cenderung berdasar pada dua hal pertama informasi dari lembaga itu sendiri, dan juga akurasi dan banyaknya pemberitaan oleh media massa,” tutupnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya