Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Larang Warga Pindah Kewarganegaraan, Pejabat Kyiv: Ada Banyak Darah Ukraina di Paspor Merah Rusia

SABTU, 23 JULI 2022 | 08:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setiap warga Ukraina yang mencoba mendapatkan kewarganegaraan Rusia, maka akan berhadapan dengan sanksi hukum.

Wakil Perdana Menteri Ukraina dan Menteri Reintegrasi Wilayah Pendudukan Sementara, Irina Vereschuk, mengungkapkan hal itu pada Jumat (22/7) waktu setempat. Menurutnya, pemerintah sedang merancang undang-undang yang akan mengatur hal ini.

“Pengerjaan rancangan undang-undang terus berlanjut, akan ada diskusi, tetapi arahnya telah ditentukan,” kata Vereschuk dalam postingan telegram, seperti dikutip dari RT, Sabtu (23/7).


Dia mengakui bahwa mungkin ada diskusi yang panjang dan sulit tentang aspek hukum untuk memperoleh paspor Rusia, tentang hak asasi manusia, dan kebutuhan untuk bertahan hidup di bawah pendudukan.

“Tapi jangan lupa: Ada banyak darah Ukraina di paspor merah Rusia – militer dan sipil, wanita dan anak-anak,” kata Vereschuk.

Sebelumnya dia menulis di Facebook bahwa paspor dan referendum digunakan oleh Moskow sebagai senjata, dan itu lebih berbahaya daripada rudal.

Menurutnya, "senjata" ini memungkinkan Rusia untuk membuat "perisai hidup" warga Ukraina di wilayah yang dikuasainya. Oleh karena itu, wakil perdana menteri berpendapat, Kiev harus mengambil sikap yang lebih jelas dan lebih tegas terhadap warga Ukraina yang ingin memperoleh kewarganegaraan dari “negara agresor” dan memberikan suara dalam referendum.

"Saya mengerti bahwa ini sulit, tetapi ini tentang keberadaan negara Ukraina," kata Vereschuk.

Pada 11 Juni lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang memberikan semua warga Ukraina hak untuk mengajukan kewarganegaraan Rusia di bawah prosedur yang disederhanakan. Dengan melakukan itu, ia memperluas prosedur yang sebelumnya disediakan untuk warga Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk, serta penduduk Wilayah Kherson dan Zaporozhye, yang berada di bawah kendali pasukan Rusia.

Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan bahwa langkah Moskow tidak lain adalah
pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya