Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Rusia Tambah Daftar Negara Tidak Bersahabat Termasuk Yunani dan Denmark

SABTU, 23 JULI 2022 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia kembali memperpanjang daftar negara yang dianggap tidak bersahabat pada Jumat (22/7), memasukkan Yunani, Denmark, Slovenia, Kroasia dan Slovakia.

"Pemerintah telah memperbarui daftar negara asing yang terlibat dalam tindakan tidak bersahabat terhadap misi diplomatik dan konsuler Rusia di luar negeri," bunyi pernyataan itu, seperti dikutip dari RT.

Keputusan tersebut memberlakukan pembatasan (hingga larangan total) pada negara-negara yang mempekerjakan personel lokal untuk kedutaan, konsulat, dan kantor perwakilan lembaga pemerintah di Rusia.


"Yunani memiliki batas 34 orang, Denmark 20, Slovakia 16. Slovenia dan Kroasia tidak dapat mempekerjakan karyawan untuk misi diplomatik dan lembaga konsuler mereka, ” kata pemerintah.

Pembatasan serupa diberlakukan pada misi AS dan Ceko pada Mei 2021.

Pihak berwenang Rusia juga mengisyaratkan bahwa daftar itu tidak terbatas dan dapat diperluas ke lebih banyak negara, mengingat tindakan bermusuhan yang sedang berlangsung oleh negara-negara asing terhadap kantor perwakilan Rusia di luar negeri.

"Tentu saja, berakhir di daftar negara-negara yang bermusuhan mengarah ke tingkat kontak yang lebih rendah. Sederhananya, langkah itu didasarkan pada kebijakan tidak bersahabat yang ditempuh oleh negara-negara ini ," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Pada bulan Mei, Presiden Rusia Vladimir Putin memperkenalkan paket tindakan ekonomi yang dimaksudkan untuk membalas sanksi internasional yang ditempatkan di Moskow. Langkah tersebut bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional Rusia sebagai tanggapan atas tindakan tidak bersahabat negara-negara Barat yang secara ilegal dianggap merampas entitas Rusia dari properti mereka.

Pada bulan Maret, menyusul serangan Rusia di Ukraina dan penolakan keras dari negara-negara Barat, Moskow memperkenalkan daftar panjang negara asing yang mengejar kebijakan bermusuhan terhadap Rusia. Semua negara yang disebutkan di dalamnya, termasuk AS, Inggris, Kanada, dan negara-negara Uni Eropa, telah menjatuhkan sanksi kepada Rusia.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya