Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kader Bangsa: Kesadaran Memperkuat Parpol dan Dukungan Publik jadi Titik Tengah Demokrasi 2024

KAMIS, 21 JULI 2022 | 00:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Keseimbangan antara penguatan institusi partai politik (parpol) dengan menampung aspirasi publik dalam menentukan pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024 menjadi kebutuhan bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Perkumpulan Kader Bangsa, Dimas Oky Nugroho, saat membuka rilis hasil survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) yang digelar virtual, Rabu (20/7).

"Hal ini menjadi titik tengah untuk mempertemukan aspirasi politik partai dengan publik," ujar Dimas.


Dimas berpendapat, hasil survei ARSC telah memberikan gambaran kehendak publik yang sebagian besar mengharapkan pasangan ideal capres dan cawapres diwujudkan dengan memasangkan sosok yang menjadi representasi pimpinan parpol dengan sosok yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi.

"Kesadaran memperkuat institusi partai politik penting, tapi di saat partisipasi atau dukungan publik tetap jadi acuan," ucapnya.

Maka dari itu, Dimas berpendapat bahwa simulasi pasangan capres dan cawapres yang berdasarkan aspirasi masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan iklim demokrasi yang lebih baik di 2024.

"Kolaborasi keduanya menjadi titik tengah yang dibutuhkan bangsa ini di kontestasi 2024 nanti," tandasnya.

Dalam survei ARSC, salah satu simulasi pasangan capres dan cawapres memperlihatkan pasangan Muhaimin Iskandar-Anies Baswedan dipilih oleh 21,8 persen responden, diikuti Airlangga Hartarto-Zulkifli Hasan 12,4 persen, dan Puan Maharani-Andika Perkasa 7,5 persen.  

Dalam simulasi itu, sebanyak 34,9 persen responden menjawab tidak tahu, dan 23,4 persen responden tidak menjawab.

Survei ARSC kali ini digelar dengan metode wawancara via telpon pada 21 Juni hingga 5 Juli 2022.

Jumlah populasi sampel dalam survei ini mencapai 1.225 orang dengan metode multistage random sampling.

Adapun margin of error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya