Berita

Kepala USAID Samantha Power Kritik China tak berbuat banyak dalam krisis pangan global di tengah perang/Net

Dunia

AS Kecam Minimnya Peran China di Tengah Krisis Pangan Global

RABU, 20 JULI 2022 | 14:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kepala US Agency for International Development (USAID) Samantha Power mengkritik China karena tidak berbuat banyak dalam krisis pangan di tengah perang Ukraina yang telah menyebabkan lonjakan harga dan mengancam ketahanan pangan global.

"Ekonomi terbesar kedua (China) saat ini tidak terlihat kehadiranya dalam upaya penanganan krisis pangan golobal khususnya di Afrika Timur," ujar Power dalam pidato tentang krisis ketahanan pangan global di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington pada Selasa (19/7).

Menurut Power, jika China mengekspor lebih banyak makanan dan pupuk ke pasar global atau ke Program Pangan Dunia itu secara signifikan akan mengurangi tekanan pada harga makanan dan pupuk serta membuktikan perannya sebagai pendukung ekonomi negara berkembang.


"Bahkan sebelum perang di Ukraina dimulai, China telah membatasi perdagangan pupuk dan penimbunan biji-bijian yang turut menggelembungkan harga. Ditambah lagi China tidak tranparan mengungkap jumlah stok dan produksinya” jelas Power seperti dikutip dari ANI News pada Rabu (20/7).

Perang di Ukraina telah mendorong jutaan warganya hidup dalam kemelaratan dan ketergantungan pada bantuan kemanusiaan. Perang juga berdampak pada wilayah lain khususnya negara miskin di dunia yang turut terpapar parahnya krisis pangan saat ini.

Power merinci tiga bidang di mana krisis pangan global harus diperangi untuk mencegah bencana dan mengumumkan bahwa USAID akan memberikan gelombang bantuan kemanusiaan dan pembangunan senilai hampir USD 1,3 miliar ke Tanduk Afrika.

“Kita harus memberikan bantuan kemanusiaan segara, menyediakan investasi berkelanjutan, dan melakukan diplomasi bersama untuk menghindari pembatasan ekspor yang dapat memperburuk krisis, dan mengurangi beban negara-negara miskin,” pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya