Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kecaman dan Duka Cita Warga Nigeria atas Pembunuhan Tamu Pernikahan oleh Jaringan Keamanan Ebubeagu

RABU, 20 JULI 2022 | 06:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Orang-orang bersenjata yang dicurigai sebagai Jaringan Keamanan Ebubeagu dilaporkan telah menculik 14 pemuda di Awomama, Oru East , Negara Bagian Imo, Nigeria. Tujuh di antara pemuda yang merupakan tamu acara pernikahan itu tewas ditembak, seperti dilaporkan Punch, Selasa (19/7).

Penculikan dan pembunuhan itu terjadi pada Minggu saat para korban kembali ke desa mereka, Otulu, di Oru East. Sampai saat ini penyelidikan masih terus berlangsung dan demo terhadap perbuatan keji itu telah berkobar di penjuru Imo.

Para pemuda masyarakat sejak Senin (18/7) berbaris melalui jalan-jalan utama di Imo, memprotes pembunuhan tersebut. Klip protes telah beredar di media sosial.


Dalam salah satu klip, para pendemo berbaris dan berteriak dengan membawa 'mayat' di gerobak dan truk.

Para pemuda mengutuk Ebubeagu, dan meminta Pemerintah Negara Bagian Imo untuk membubarkan jaringan keamanan tersebut.

“Ini adalah orang-orang yang dibunuh oleh operasi Ebubeagu. Mereka adalah pemuda yang terbunuh ketika mereka kembali dari upacara pernikahan,” teriak para pendemo.

Presiden Jenderal komunitas Otulu, Nnamdi Agbor, mengatakan kepada wartawan bahwa tujuh orang tewas di tempat sementara yang lain hingga kini belum diketahui keberadaannya.

"Para pemuda pulang dari acara pernikahan. Dalam perjalanan pulang, petugas Ebubeagu melihat mereka mengendarai sepeda motor dan menculik serta menembaki mereka. Sampai saat ini, ada tujuh jenazah yang ditemukan di lokasi penyerangan," katanya.

Aparat kepolisian telah menyisir wilayah itu dan pencarian terhadap pemuda yang hilang masih terus dilakukan, sementara petugas lainnya memburu pelaku.

Ebubeagu adalah badan keamanan yang didirikan pada tahun 2021 oleh gubernur dari lima negara bagian di Tenggara untuk membantu memerangi ketidakamanan di wilayah tersebut. Pasukan keamanan Ebubeagu telah beroperasi terutama di negara bagian Ebonyi dan Imo.

Penculikan dan pembunuhan biadab ini memicu reaksi keras dari penjuru Nigeria. Gerakan untuk Aktualisasi Negara Berdaulat Biafra (MASSOB), sebuah gerakan separatis di Nigeria yang terkait dengan nasionalis Igbo, telah menyerukan pembubaran segera Jaringan Keamanan Ebubeagu.

Dalam sebuah pernyataan, pemimpin MASSOB, Uchenna Madu, memperingatkan bahwa penolakan untuk membubarkan kelompok itu akan sama dengan deklarasi perang internal terhadap rakyat.

MASSOB mengutuk apa yang digambarkannya sebagai 'pembunuhan yang kejam' terhadap para pemuda tak berdosa.

“Pembunuhan warga yang tidak bersalah ini adalah salah satu dari beberapa pembunuhan tak terhitung dan rahasia terhadap rakyat kami oleh Ebubeagu yang didukung pemerintah. Mereka didirikan sebagai pakaian pemburu penyihir untuk melawan musuh politik dan agitator pro-Biafra," kata Madu.

Dewan Pemuda Ohanaeze Ndigbo Seluruh Dunia (OYC) juga menyampaikan kecaman dan ucapan duka citanya.

Presiden Nasional OYC, Mazi Okwu Nnabuike, mengatakan dia berduka atas peristiwa tersebut.

“Hati kami dipenuhi dengan kemarahan atas pembunuhan orang-orang ini oleh petugas keamanan Ebubeagu. Tidak terbayangkan bahwa pasukan keamanan lokal bisa menembaki warga sipil bersenjata tanpa alasan yang jelas. Kami bahkan lebih sedih karena diamnya Pemerintah Negara Bagian Imo beberapa hari setelah pembunuhan brutal itu," katanya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya