Berita

Potongan video Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang sekaligus Menteri Perdagangan, saat menghadiri PANsar Murah di Lampung/Repro

Politik

Polemik Dugaan Kampanye, KIPP: PAN Bisa Menjadi Role Model Kembalikan Etika Demokrasi

SELASA, 19 JULI 2022 | 17:26 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia memandang Partai Amanat Nasional (PAN) seharusnya dapat menjadi contoh atau role model dalam mengembalikan etika demokrasi jelang Pemilu Serentak 2024.

Begitu dikatakan Sekretaris Jenderal KIPP Indonesia Kaka Suminta, menyoroti perdebatan dan polemik soal dugaan kampanye Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang sekaligus Menteri Perdagangan, saat menghadiri PANsar Murah di Lampung.

“Ini menjadi momentum untuk bangsa Indonesia. Bukan hanya untuk pemantau pemilu dan Bawaslu memahami etika minimal dalam berdemokrasi dan dalam kepemiluan,” kata Kaka Suminta di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa (19/7).


Kaka mengatakan, semua pejabat negara terkhusus yang memiliki jabatan di partai politik perlu untuk dapat menjaga etika. Menurutnya, selama ini bangsa Indonesia sudah terlalu jauh mengabaikan etika berdemokrasi.

“Etika-etika lain harus ditegakkan, sudah terlalu jauh bangsa ini mengabaikan etika,” katanya.

Adapun kehadiran Zulhas itu, telah diluruskan Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo. Dia membantah tudingan Zulhas memanfaatkan program pemerintah untuk kampanye.

"Bang Zul hadir sebagai Ketum PAN, bukan sebagai Mendag, acara diadakan di akhir pekan, bukan hari kerja,” kata dia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya