Berita

Pekerja di Guinea terancam di-PHK setelah pemerintah menghentikan proyek besi Simandou/Net

Dunia

Konsorsium China Cuti Paksa Pekerjanya Setelah Guinea Setop Proyek Simandau

SELASA, 19 JULI 2022 | 14:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Winning Consortium Simandou (WCS) yang dipimpin China mencuti paksa para pekerjanya akibat berselisih dengan pemerintah pada proyek infrastruktur besi terbesar Guinea.

Kementerian Pertambangan Guinea pada 3 Juli, memerintahkan semua penghentian proyek deposit bijih besi Simandou karena WCS dan Rio Tinto telah melewati tenggat waktu yang diperpanjang untuk menyetujui usaha patungan dengan pemerintah.

"Usaha patungan itu dimaksudkan untuk menutupi infrastruktur kereta api dan pelabuhan yang akan digunakan perusahaan untuk mengekspor bijih besi," ungkap pihak Guinea seperti dilaporkan Reuters pada Selasa (19/7).


Oleh karena itu WCS memaksa pekerja untuk mengambil cuti satu bulan, dan jika proyek tidak dimulai kembali setelah itu, maka mereka terpaksa harus diberhentikan.

Diskusi antara WCS, Rio Tinto, dan junta yang berkuasa di Guinea, menemui jalan buntu karena kedua perusahaan tersebut melawan permintaan pemerintah atas 15 persen saham yang tidak dapat dicairkan secara bebas di kereta api dan pelabuhan JV.

Menurut situs web konsorsium, pemegang saham WCS termasuk perusahaan pelayaran Singapura Winning Group, raksasa aluminium China China Hongqiao, dan perusahaan logistik Guinea UMS.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya