Berita

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov/Net

Dunia

Peskov: Rusia Punya Kesamaan dengan Iran, Terbiasa dengan Ribuan Sanksi Barat dan Sekarang Menjadi Lebih Kuat

SELASA, 19 JULI 2022 | 11:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ada kesamaan yang mendekatkan Rusia dengan Iran, salah satunya adalah sama-sama menjadi negara tempat sasaran sanksi Barat. Sanksi telah membawa dua negara itu pada kesulitan yang panjang dan menyengsarakan banyak individu. Namun, kedua negara tetap berusaha tumbuh bahkan kini menjadi pesaing di pasar minyak.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menguraikan bagaimana Moskow dan Teheran bisa terus bertahan di tengah sanksi yang telah menimpa negara itu yang bahkan diberlakukan sejak era Soviet.

"Moskow, seperti halnya Teheran, telah terbiasa dengan sanksi, bahkan dengan ribuan sanksi yang diberlakukan sejak era Soviet," katanya dalam wawancara dengan televisi pemerintah, seperti dikutip dari TASS, Selasa (19/7).


"Itu mungkin harga yang harus dibayar Rusia dan Iran untuk kemerdekaan dan kedaulatan mereka. Apa yang menimpa Anda tetapi tidak membunuh Anda, membuat Anda lebih kuat," katanya.

Pernyataan Peskov datang menjelang kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Iran, Selasa (19/7) waktu setempat.

Putin akan melakukan pertemuan dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Ini adalah perjalanan pertama Putin di luar bekas Uni Soviet sejak invasi ke Ukraina.

Iran telah berada di bawah sanksi selama beberapa dekade, tetapi sekarang bisa 'beradaptasi dengan baik'.

Menurut Peskov, hidup di bawah tekanan sanksi telah membawa Iran itu menjadi lebih memahami sektor apa saja yang bisa diperkuat.

Kini, bisnis Iran mengalami kemajuan dan peningkatan kesejahteraan bangsa meskipun ada pembatasan yang katanya benar-benar melanggar hukum dari segi hukum internasional.

Di Teheran, menurut Peskov, Putin juga akan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pertemuan itu akan membahas situasi di Suriah , di mana Iran, Rusia, dan Turki semuanya memiliki kehadiran militer yang kuat.  

Pertemuan itu juga akan memberikan kesempatan bagi Moskow dan Teheran, keduanya di bawah sanksi Barat yang berat, untuk menunjukkan kerja sama militer dan ekonomi mereka, menunjukkan kepada Barat bahwa mereka tidak terpengaruh oleh sanksi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya