Berita

Para pengunjuk rasa menentang invasi Rusia ke Ukraina/Net

Dunia

Ajudan Putin: Rusia akan Baik-baik Saja tanpa SWIFT

SENIN, 18 JULI 2022 | 06:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia akan mengelola keuangannya dengan sebaiknya mungkin.

Negara itu sedang berkonsentrasi menata pengaturan dan kegiatan ekonomi eksternal, sehingga dapat bertahan tanpa menjadi bagian dari sistem pembayaran global utama, Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT).
Penasihat Ekonomi Presiden Rusia Vladimir Putin, Maxim Oreshkin, menyatakan bahwa Rusia akan terus bergerak maju di tengah deraan sanksi, dan berfokus untuk memaksimalkan kenyamanan kegiatan ekonominya.

Barat telah memutuskan untuk memotong berbagai entitas Rusia dari sistem SWIFT sebagai pembalasan atas invasi Rusia ke Ukraina. Beberapa bank Rusia, termasuk Sberbank dan VTB, terputus dari SWIFT sebagai bagian dari sanksi.

Barat telah memutuskan untuk memotong berbagai entitas Rusia dari sistem SWIFT sebagai pembalasan atas invasi Rusia ke Ukraina. Beberapa bank Rusia, termasuk Sberbank dan VTB, terputus dari SWIFT sebagai bagian dari sanksi.

"Soal SWIFT sangat sederhana, kami akan melakukannya sehingga tidak perlu (menggunakan SWIFT). Ini adalah tugas utama untuk saat ini," Oreshkin, seperti dikutip dari VOA, Minggu (17/7).

Otoritas Federasi Rusia akan bertemu dengan beberapa perwakilan negara, yang terdekat adalah bertemu dengan perwakilan Turki untuk membahas pengaturan pembayaran, pada pekan mendatang.

Oreshkin menambahkan bahwa ide-ide inovatif yang dapat "mengubah situasi secara dramatis" juga sedang dibahas dengan China.

SWIFT adalah jaringan yang digunakan oleh bank untuk mengirim pesan aman tentang transfer uang dan transaksi lainnya.

Lebih dari 11.000 lembaga keuangan di seluruh dunia menggunakan SWIFT, menjadikannya tulang punggung sistem transfer keuangan internasional.

Rusia memiliki jumlah pengguna terbesar kedua setelah AS, dengan sekitar 300 lembaga keuangan Rusia dalam sistem, lebih dari setengah dari lembaga keuangan Rusia. Bagi Barat, melarang Rusia dari SWIFT akan menjadi pukulan serius bagi negara itu.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya