Berita

Jurubicara Menteri ATR/BPN Teguh Hari Prihantono/Repro

Politik

BPN Tegaskan Tak Pandang Bulu Tindak Oknum Internal yang Berkongsi dengan Mafia Tanah

SABTU, 16 JULI 2022 | 13:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kasus sengketa tanah yang kerap terjadi dan diduga ada keterlibatan orang dalam Kementerian Agaria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), bakal diberantas.

Jurubicara Menteri ATR/BPN Teguh Hari Prihantono menyampaikan hal tersebut dalam diskusi Polemik bertajuk "Mafia Tanah Bikin Gerah", Sabtu (16/7).

"Siapapun, di tingkatan manapun, baik di daerah, provinsi, tidak kenal pandang bulu. Akan dilakukan (penindakan)," ujar Hari.


Sejauh ini, Hari menegaskan bahwa Kemneterian ATR/BPN di bawah kepemimpinan mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto akan menjalankan amantan Presiden Joko Widodo untuk memberantas mafia tanah.

Pasalnya, seperti kejadian penangkapan oknum BPN di Cimahi, Jawa Barat, Hadi merasa tidak nyaman, sehingga penindakan akan dilakukan Satgas Anti Mafia Tanah Kementerian ATR/BPN.

"Dari peristiwa ini ada pesan kepada seluruh aparatur ATR/BPN di segala tingkatan. Hati-hati bahwa Satgas Anti Mafia Tanah akan berkeja secara maksimal, dan para pimpinan akan menindak tegas. Karena ini mendapat atensi yang luar baisa dari Bapak Presiden (Jokowi)," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya