Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tolak Pernyataan Orban, Ukraina: Perang Hibrida Rusia Telah Membunuh Ekonomi Eropa

SABTU, 16 JULI 2022 | 09:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ukraina segera memberikan reaksinya atas pernyataan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban yang mengatakan bahwa Uni Eropa telah menembak jantungnya sendiri atas sanksi yang diluncurkannya untuk Rusia.

Pada Kamis (15/7), Kementerian Luar Negeri Ukraina dalam pernyataannya mengecam apa yang disampaikan Orban dan menegaskan bahwa perang hibrida Rusia telah merusak tatanan ekonomi global. Kementerian kembali menggembar-gemborkan bahwa sanksi internasional atas invasi Rusia akan sangat efektif.

Sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap bisnis, perdagangan, dan perjalanan telah diberlakukan oleh Uni Eropa, Amerika Serikat, dan pemerintah lainnya kepada Rusia. Negara-negara beralasan bahwa sanksi bisa 'menghukum' Rusia dan menghentikan perang.


"Bukan sanksi yang membunuh ekonomi Eropa, tetapi perang hibrida Rusia," tegas Kementerian, seperti dikutip dari EuroTic, Kamis (15/7).

Banyak kerusakan yang ditimbulkan dari perang skala penuh yang diluncurkan oleh Rusia. Kementerian memerinci bagaimana perang itu menyebabkan puluhan ribu nyawa melayang, ratusan ribu fasilitas infrastruktur penting rusak, dan jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi.

"Sanksi membantu negara agresor bertanggung jawab atas kejahatannya, serta melemahkan kemampuannya untuk terus mengobarkan perang," tegas Kementerian.

Pernyataan Kementerian muncul tak lama setelah Orban mengatakan kepada media bahwa jika sanksi tidak dibatalkan, mereka berisiko membunuh ekonomi Eropa.

Orban dalam penuturannya mengatakan, sejarah Eropa telah memasuki 'era perang', di mana orang-orang harus berjuang untuk hal-hal yang selama ini mereka anggap remeh.

“Tidak ada yang mengira pada 24 Februari bahwa perang antara Ukraina dan Rusia bukan hanya konflik, tetapi menandai akhir dari sebuah era dan mengantar era baru perang dalam sejarah Eropa,” kata Orban.

Selain di front, perang juga sedang terjadi di ekonomi dunia, terutama di ekonomi Eropa, seperti yang ditunjukkan oleh kenaikan harga energi, katanya.

"Harga listrik naik lima kali lipat dan harga gas tiga kali lipat karena perang," kata Orban.

Orbán kemudian meminta Brussel untuk memahami bahwa mereka telah melakukan kesalahan, dan bahwa sanksi terhadap Rusia telah menjadi bumerang.

“Beberapa negara ikut berkomitmen pada kebijakan sanksi, tetapi Brussel harus mengakui bahwa itu adalah kesalahan. Bukannya memenuhi tujuan yang diharapkan, malah membuat efek sebaliknya," kata Orban.

"Sanksi saat ini lebih merugikan Eropa daripada Rusia. Mereka pikir mereka dapat menghentikan perang melalui sanksi. Nyatanya, ketika sanksi telah berjalan, perang tetap berlarut-larut. Jelas bahwa ekonomi Eropa telah menembak dirinya sendiri di paru-paru, dan itu membuatnya terengah-engah,” kata Orban.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya