Berita

Konferensi pers Dekopin di Kantor Dekopin Wilayah DKI Jakarta, Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (11/7)/RMOL

Politik

Pusara Bung Hatta Akan Jadi Saksi Ikrar Perlawanan Dekopin terhadap Oligarki

SENIN, 11 JULI 2022 | 14:43 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Momentum perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-75 yang akan diselenggarakan Dewan Koperasi Nasional (Dekopin) dengan berziarah ke makam Bapak Koperasi, Mochammad Hatta, akan dimanfaatkan untuk menyampaikan satu ikrar.

Wakil Ketua Umum Dekopin Nasional, Ferry Juliantono menerangkan, seluruh pengurus Dekopin baik di tingkat pusat maupun daerah akan menyampaikan ikrar perlawanan terhadap oligarki.

"Di hadapan pusara Bung Hatta, besok Dekopin akan melakukan ikrar perlawan terhadap oligarki, dan ikrar untuk menuntut kembali kedaulatan rakyat, menuntut kembali demokrasi ekonomi," ujar Ferry dalam jumpa pers di Kantor Dekopin Wilayah DKI Jakarta, Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (11/7).


Ferry menjelaskan, acara yang digelar Dekopin untuk tahun ini, termasuk mengenai ikrar melawan oligarki, sesuai dengan tema yang diangkat. Yaitu "Dari Indonesia untuk Bung Hatta".

Karena itu, Dekopin dalam ikrarnya melawan oligarki akan menyerukan keberlanjutan perjuangan Bung Hatta. Di mana, koperasi adalah tulang punggung pembangunan ekonomi Indonesia.

"Korporasi telah diberikan keistimewaan oleh pemerintah, bukan hanya menguasai ekonomi tapi politik juga. Sehingga, sekarang kita gantikan, memberikan penghargaan dengan melanjutkan perjuangan Bung Hatta, untuk menjadikan koperasi sebagai badan usaha yang sejajar dengan korporasi dan BUMN," harapnya.

Meski dalam posisi ini Dekopin akan mendukung kebijakan pemerintah dalam pembangunan perekonomian. Ferry menekankan bahwa koperasi harus tetap diutamakan sebagai tulang punggung pembangunan kesejahteraan masyarakat.

"Oleh karena itu besok di tempat pusara yang sakral dan terhormat kami ingin sampaikan, kita tidak main-main dengan ikrar ini. Karena insan koperasi sudah terlalu lama diam, disakiti. Kita terlalu banyak menyaksikkan korporasi diberikan keleluasaan, kesitimewaan oleh pemerintah," demikian Ferry.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya