Berita

Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat/Net

Politik

Datang ke Tanjung Priok, Jumhur Pastikan KSPSI Tolak Penghapusan Koperasi TKBM

JUMAT, 08 JULI 2022 | 20:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kekhawatiran menyelimuti para tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Tanjung Priok, Jakarta Utara saat membahas isu adanya rencana pencabutan SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi yang menjadi legalitas keberadaan Koperasi TKBM.

Mereka khawatir akan menjadi lebih menderita atau bahkan menjadi pengangguran bila pencabutan itu dilakukan.

Kehadiran Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat dalam pembahasan isu rencana pencabutan SKB itu di Aula Koperasi Primer TKBM pada Jumat (8/7), membuat para pimpinan dari 7 Serikat Pekerja yang menaungi lebih dari 2200 buruh bongkar muat di pelabuhan sedikit terobati.


Semua keluh kesah disampaikan langsung oleh para pimpinan serikat pekerja Tanjung Priok kepada Jumhur, termasuk dari Ketua Primer Koperasinya Asep Slamet. Mayoritas pekerja TKBM resah dengan rencana pemerintah menghapus eksistensi Koperasi TKBM.

"Saya pastikan bahwa saya dan 17 federasi yang bernaung dalam KSPSI, serta para pimpinan serikat buruh/pekerja lainnya di tingkat nasional adalah bersama dengan saudara-saudara menolak pencabutan SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi yang akan menghapus eksistensi TKBM ini,” tegas Jumhur disambut hiruk pikuk para pimpinan serikat pekerja dan mandor TKBM Tanjung Priok.

Tidak hanya itu, Jumhur juga menegaskan bahwa di negara Pancasila tidak boleh ada pekerja yang aktif di lingkungan negara dalam hal ini PT. Pelindo hidup dalam ketidakpastian dan kesejahteraan yang rendah.

Pihaknya tegas menolak eksploitasi manusia oleh manusia dan menolak eksploitasi manusia oleh negara.

“Mereka telah berjasa lebih dari 40 tahun memperlancar arus barang yang nilainya puluhan ribu triliun selama ini, seharusnya mendapat kepastian kerja dan bisa menikmati masa pensiun yang layak bagi kemanusiaan,” ungkapnya.

Selama ini, para pensiunan pekerja TKBM  tidak mendapat pesangon yang layak saat mereka purna bakti. Mereka hanya mendapat Rp 30 juta bahkan kurang, padahal telah bekerja lebih dari 30 tahun.

Selanjutnya, Jumhur juga menekankan bahwa kekuatan kaum buruh itu ada pada kekompakan. Bila satu sektor buruh disakiti, maka sektor yang lain akan merasa sakit.

"Karena itu tetaplah jaga kekompakan dan jangan sampai ada londo-londo ireng yang memecah belah kekompakan kaum buruh,” pungkas Jumhur mengakhiri dialog.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya