Berita

Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta/RMOLJatim

Nusantara

Anak Kiai Jombang Tersangka Pencabulan Santri Serahkan Diri, Polisi Minta Keluarga Kooperatif

JUMAT, 08 JULI 2022 | 08:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap santri Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso, Jombang, Jawa Timur akhirnya menyerahkan diri.

Tersangka berinisial MSA yang sebelumnya ditetapkan sebagai DPO menyerahkan diri setelah upaya jemput paksa selama kurang lebih 15 jam dilakukan Polda Jatim.

MSA yang juga anak kiai Jombang ini langsung dibawa menuju Polda Jatim untuk selanjutnya akan diserahkan ke Kejaksaan agar menjalani tahapan atau proses hukum berikutnya.


"Betul, yang bersangkutan (MSA) menyerahkan diri dan langsung dibawa ke Polda Jatim untuk selanjutnya mengikuti proses hukum," kata Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta diberitakan Kantor Berita RMOLJatim, Jumat (8/7).

Kapolda menyebut, MSA menyerahkan diri setelah polisi melakukan serangkaian proses mediasi dan prosedur humanis sejak pukul 08.00 Kamis (7/7) pagi, dan sepanjang perjalanan penanganan kasus tersebut. MSA ini menyerahkan diri sekitar pukul 23.15 WIB.

Setelah berhasil ditangkap, rencananya penyidik juga akan segera melimpahkannya ke kejaksaan pada proses tahap dua.

“Kami akan koordinasi dengan kejaksaan untuk diproses ke pengadilan," imbuhnya.

Dia juga menegaskan, MSA akan diberikan haknya untuk membela diri. Benar atau tidaknya ia, akan dibuktikan di persidangan nanti.

"Penentuan salah atau tidak, adalah melalui pengadilan, tersangka bisa membela diri di depan sidang pengadilan nanti," lontarnya.

Usai penangkapan MSA, sejumlah petugas dari Polda Jatim juga Polres Jombang tampak perlahan mulai meninggalkan kediaman DPO yang berada di Losari, Ploso Kamis malam.

Dalam upaya paksa yang dilakukan polisi juga meminta kepada keluarganya bersikap kooperatif dan menyerahkan DPO kepada pihak kepolisian.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya