Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Kelapa Plasma Sawit Indonesia, Arief Poyuono/Net
Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Kelapa Plasma Sawit Indonesia, Arief Poyuono/Net
Bukan hanya itu, Arief juga meminta domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO) tersebut harus segera dicabut lantaran bisa mempersulit ekspor CPO yang akhirnya menyebabkan over stock di tangki tangki penimbunan CPO di setiap pabrik kelapa sawit.
“Semua ini memberatkan kehidupan petani sawit karena pungutan ekspor CPO yang mencapai 55 persen dan aturan DMO dan DPO, setelah ekspor CPO diizinkan kembali membuat harga tandan buah segar jatuh hingga 200 persen dari harga saat sebelum ada pelarangan ekspor CPO,†kata Arief dalam keterangan tertulis, Kamis (7/7).
Populer
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Senin, 27 April 2026 | 03:59
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
Senin, 27 April 2026 | 14:16
Senin, 27 April 2026 | 21:08
UPDATE
Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12
Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07
Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43
Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26
Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03
Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42
Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15
Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02
Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31
Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28