Berita

Dialog Kebangsaan DPR RI bertajuk "Peran DPD RI dalam Percaturan Pemimpin Bangsa"/RMOL

Politik

Fahira Idris: DPD RI Menjaga Demokrasi dengan Tuntutan Hapus PT 20 Persen!

KAMIS, 07 JULI 2022 | 12:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peran DPD RI dalam percaturan pemimpin bangsa mau tidak mau memang harus menyinggung persoalan demokrasi dan ketata negaraan Indonesia. Jika ditarik lebih jauh, demokrasi yang di dalamnya terdapat partisipasi publik harus diindahkan oleh negara.   

Demikian disampaikan Anggota DPD RI, Fahira Idris dalam Dialog Kebangsaan DPR RI bertajuk "Peran DPD RI dalam Percaturan Pemimpin Bangsa" di Lobby Gedung DPD RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/7).

“Bisa dibilang persoalan besar bangsa ini yaitu terkait dengan presidential threshold (PT) 20 persen, saat ini dan sampai kapan pun saya rasa ini merupakan PR demokrasi kita,” kata Fahira.


Sebab, kata dia, salah satu tujuan demokrasi adalah mewujudkan kesetaraan hak warga negara dalam berpolitik. Dengan kata lain, negara dalam hal ini pemerintah tidak boleh menghalang-halangi dengan regulasi.

“Saya melihat ada kesenjangannya yang sangat luar biasa antara antara keinginan para pembuat UU Pemilu dengan kehendak publik luas agar ambang batas ini dihapuskan,” tegasnya.

“Tidak heran sampai saat ini persoalan di MK, dari mulai warga negara biasa, aktivis, civil society, intelektual (menolak PT 20 persen),” imbuhnya menegaskan.

Atas dasar itu, Fahira bersama rekan-rekannya di DPR RI mendorong Mahkamah Konstitusi untuk menghapuskan PT 20 persen yang dinilai bertentangan dengan demokrasi.

“Saat ini kita bersyukur akhirnya parpol ada yang mengajukan juga yaitu ada di parpol PKS,” pungkasnya.

Selain Fahira Idris, hadir narasumber lain dalam diskusi tersebut antara lain Pengamat Politik dari UI, Rocky Gerung; dan Wakil Ketua Komite Ketatatanegaraan DPD RI, Djamal Aziz.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya