Berita

Ilustrasi Pemilihan Umum Serentak 2024/RMOL

Nusantara

Dekati Ormas, KPU Ingatkan Bahaya Politik Identitas Jelang Pemilu 2024

RABU, 06 JULI 2022 | 12:08 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 2024 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran mulai dekati organisasi masyarakat (Ormas).

Dalam pendekatannya kepada ormas yang berbasis Agama Islam, KPU Kabupaten Pangandaran memulai konsolidasi dan komunikasi guna kelancaran pesta demokrasi 2024 nanti.

Selain itu, bahasan lain soal politik identitas juga mulai disentil dan disisipkan dalam konsolidasi KPU Kabupaten Pangandaran kepada ormas-ormas di daerah.


Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin memaparkan, penyampaiannya kepada setiap ormas adalah tentang bagaimana bahayanya politik identitas dalam Pemilu.

"Politik identitas, tipis-tipis kami juga bahas dalam koordinasi dengan NU. Komunikasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa bagaimana politik identitas kebablasan itu berbahaya," kata Muhtadin diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (6/7).

Dalam kontestasi politik terutama di Nasional dan Pilpres, selalu menjadi komoditas yang paling menarik untuk dijadikan konflik.

"Jelas ini sangat berpeluang untuk menjadi konflik. KPU sebagai manajer konflik, tentu harus pandai dalam meramu ini agar pelaksanaan pesta demokrasi tetap kondusif," terangnya.

Kepada beberapa ormas, Muhtadin mengaku sudah membangun komunikasi, konsolidasi dan koordinasi yang baik agar pemilu mendatang berlangsung aman.

"Kami membangun konsolidasi dan silaturahmi dengan NU ini untuk membangun kesamaan mari kita jaga republik dan pangandaran ini supaya tidak terjadi konflik," pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya