Berita

Ilustrasi ibadah haji/Net

Nusantara

Sudah di Mekah, Puluhan Jemaah Haji Kembali Dipulangkan ke Indonesia

SENIN, 04 JULI 2022 | 15:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sebanyak 46 jemaah haji furoda atau nonkuota terpaksa dipulangkan ke Indonesia karena tidak memiliki visa resmi.

Puluhan jemaah yang dipulangkan itu diduga berangkat ke Mekah, Arab Saudi menggunakan jasa travel haji dan umroh dari PT Alfatih Indonesia Travel yang berdomisili di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Jabar, Ahmad Handiman Romdony mengaku telah menghubungi pihak terkait. Namun, hingga kini Kemenag Jabar belum mendapatkan respons dari PT Alfatih Indonesia Travel.


"Kami sudah telusuri melalui forum komunikasi penyelenggara ibadah haji dan umrah," kata Romdony diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Senin (4/7).

Dijelaskan Romdony, PT Alfatih Indonesia Travel ternyata belum terdaftar sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

"Artinya, untuk urusan haji itu belum terdaftar. Kami sudah telusuri, itu posisinya di Parongpong," jelasnya.

Selain itu, Kemenag Jabar juga akan mengkaji unsur pidana dalam kasus tersebut serta menelusuri para korban agar dapat mengetahui jumlah jemaah haji yang diberangkatkan.

"Ya karena ini belum terdaftar, jadi secara institusi kami tida bisa apa-apa. Kalau memang ini ada tindak pidana, paling aparat hukum yang turun. Kami telusuri siapa saja korbannya itu," lanjutnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta masyarakat, khususnya yang berada di Jabar untuk memakai jalur normal apabila ingin berangkat haji maupun umroh. Meskipun, waktu tunggunya relatif lama sekitar 8 hingga 11 tahun.

"Kalau mau aman pakai yang resmi meskipun menunggu lama. Daripada bayar ratusan juta, tapi tidak ada kepastian. Dan Kemenag tidak bisa menjamin furoda itu karena tidak ada regulasinya di Kemenag," pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya