Berita

Presiden Jokowi saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Politik

Patut Diapresiasi, Misi Jokowi Damaikan Ukraina-Rusia Tidak Bisa Lepas dari Mandat G20

SENIN, 04 JULI 2022 | 14:13 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Rezim internasional tata kelola dunia tidak bisa dilepaskan dari kontestasi poliitk global paska perang dunia ke-II dan proses dekolonialisasi.

Begitu yang ditegaskan Director Paramadina Graduate School of Diplomacy Shiskha Prabawaningtyas dalam menyikapi misi perdamaian Presiden Joko Widodo yang menemui Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Menurutnya, kata kunci saat ini adalah adanya perubahan geopolitik di mana politik luar negeri sebuah negara tidak bisa dilepaskan dari situasi dalam negeri.


"Apa yang terjadi di dalam negeri sebuah negara memberikan pilihan-pilihan kebijakan dan situasi dalam konteks global akan berpengaruh besar dalam kebijakan politik sebuah negara,” kata Shiskha, Senin (4/7).

Shikskha mengurai pada akhir tahun 1990an telah menjadi masa kontraksi rezim tata kelola dunia ketika dikaitkan dengan krisis ekonomi atau keuangan global yang secara tidak langsung mendorong proses demokratisasi di Indonesia.  

"Konstelasi terakhir perang Rusia–Ukraina tidak bisa dilepaskan dari pergesekan China–Amerika Serikat di masa Donald Trump, Tahun 2004 krisis keuangan Eropa, 2008 krisis keuangan global dan USA mendapat tantangan dari China sebagai raksasa ekonomi baru,” ujarnya.

"Trump menolak kebijakan multilateralisme dan memilih back to domestic concern. Terakhir krisis pandemi Covid-19 dan berikutnya krisis pangan dunia saat ini,” imbuhnya.

Dia menegaskan bahwa posisi Indonesia untuk mengutarakan misi perdamaian dunia tidak bisa terlepas dari adanya hajatan akbar G20 yang menjadi tujuan Indonesia mendamaikan negara-negara bertikai.

"Posisi dan peran misi damai Indonesia tidak bisa dilepaskan dari mandat Presidensi G20, politik luar negeri bebas aktif, dan Indonesia juga mendapat mandat PBB sebagai bagian dari global crisis response group, di tengah keseimbangan baru dunia Rusia-China, USA-G7, dan lainnya,” ujarnya.

Pihaknya mengatakan inisiatif perdamaian pemerintah Indonesia untuk Rusia dan Ukraina patut diberi apresiasi. Dalam jangka pendek KTT G20 mendatang diharapkan akan berjalan lancar.

"Jangka menengah, Indonesia akan concern ke masalah tata kelola keuangan dan fiskal moneter dunia paska pandemi dan imbas perang Rusia-Ukraina terkait juga krisis pangan dunia. Jangka panjang diharapkan Perang Rusia-Ukraina tidak berlarut-larut dan mengganggu keseimbangan baru dunia,” tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya