Berita

Mantan Menkeu Fuad Bawazier/Net

Politik

Fuad Bawazier: Lebih Baik Jokowi Urus Negara Sendiri Ketimbang Rusia-Ukraina

MINGGU, 03 JULI 2022 | 14:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Misi perdamaian Presiden Joko Widodo untuk Rusia dan Ukraina diprediksi sulit untuk ditempuh. Pasalnya, Rusia dan Ukraina masih belum bisa lepas dari intervensi asing.

Mantan Menkeu Fuad Bawazier menuturkan bahwa perang antara Rusia dan Ukraina sulit untuk berhenti lantaran adanya intervensi asing. Apalagi, tanpa intervensi asing pun sudah menimbulkan banyak masalah yang kompleks dunia.

Atas dasar itulah, Fuad Bawazier menilai bahwa pertemuan Jokowi dengan Putin dan Zelensky sulit untuk mencapai cita-cita gencatan senjata kedua negara.


Masalah yang timbul dari perang kedua negara, kata Fuad, bisa memporak-porandakan ekonomi, pangan, transportasi dan juga pengungsi.

"Masalah masalah ini diperbesar lagi oleh kebiasaan Amerika Serikat dan sekutunya, khususnya sekutu Eropa melalui berbagai embargo dan sanksi lain khususnya swift perbankan kepada Rusia,” kata Fuad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (3/7).

Menurutnya, tanpa adanya sanksi dari AS pun akibat perang telah berat sekali. Apalagi dengan Amerika Serikat yang telah menghujani sanksi, yang berarti telah memperluas dan memperparah akibat perang.

“Sampai-sampai akibat sanksi itu telah memukul ekonomi Amerika Serikat sendiri, memukul sekutunya di Eropa sehingga mereka pun mendukung Amerika Serikat dengan setengah hati,” katanya.

Dia menambahkan, kondisi yang kompleks itu, tidak akan mengubah perang antara Rusia dan Ukraina dengan melakukan gencatan senjata setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Atas kondisi itu, Fuad mengaku ragu Jokowi bisa mendamaikan perang Ukraina dan Rusia. Analisa Fuad, perang antara Ukraina-Rusia dan Amerika Serikat dengan NATO sebagai pihak provokator.

"Dan Presiden Zelensky entah sadar atau tidak, dengan semangatnya ingin menjadikan negaranya anggota NATO, telah membawa Ukraina kepada pengorbanan yang luar biasa,” katanya.

Fuad memprediksi jika NATO bersikeras mendorong Ukraina masuk dalam kelompoknya, maka suatu hal yang tidak mungkin NATO sendiri akan bubar, lantaran di dalam organisasi itu banyak kepentingan antar negara-negara.

"Sesuatu yang sejak awal sebetulnya bisa dihindari. Kini banyak yang menduga, cepat atau lambat, NATO akan bubar dengan sendirinya. Masing masing anggotanya mempunyai kepentingan yang berbeda beda,” ujarnya.

Pihaknya meminta agar Jokowi fokus dengan peristiwa yang ada di Indonesia dan mengeluarkan kebijakan yang berpihak pada rakyat keci.

"Dan Jokowi selamat kembali ke tanah air, urus negeri sendiri khususnya aplikasi-aplikasi pembelian BBM, Gas 3 kg dan Migor curah yang bikin resah dan gelisah masyarakat,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya