Berita

Anggota Komisi II DPR RI Rezka Oktoberia/Net

Politik

Setujui 3 RUU Pemekaran Papua, Ini 6 Catatan Kritis Fraksi Demokrat

SELASA, 28 JUNI 2022 | 22:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Fraksi Demokrat menyetujui pembahasan tingkat I rancangan undang undang (RUU) pembentukan Papua. Namun demikian, Demokrat memberikan enam catatan kritis terhadap pemerintah dan juga parlemen.

Hal itu disampaikan anggota Komisi II DPR RI Rezka Oktoberia saat rapat pembahasan tingkat I RUU Papua, bersama dengan pemerintah. Pihaknya mengingatkan pemerintah agar dalam pembentukan tiga provinsi baru di Papua tidak mengedepankan kepentingan oligarki.

"FPD kembali mengingatkan bahwa pemekaran di wilayah Papua tidak boleh dilandaskan pada kepentingan oligarki politik dan bisnis yang sifatnya hanya demi keuntungan sesaat,” tegas Rezka dalam rapat.


Catatan kritis Fraksi Demokrat yang pertama terkait pemekaran wilayah di Papua. Fraksi Partai Demokrat menegaskan, pihaknya sangat concern dan menuntut secara penuh agar pelaksanaan pemekaran agar dilakukan dengan berdasarkan aspek-aspek dan pasal-pasal yang tercantum dalam UU 2/2021 Otsus Papua.

"Serta seperti aspek politik, adminsitratif, birokrasi, hukum, kesatuan sosial-budaya, kesiapan SDM, fasilitas umum, kemampuan ekonomi, perkembangan masa yang akan datang, dan aspirasi masyarakat Papua," ujarnya.

Yang kedua, lanjut Rezka, Fraksi Partai Demokrat meminta adanya jaminan bagi hak-hak orang asli Papua melalui penguatan dan kejelasan definisi. Selain itu, pengaturan tentang prioritas utama orang asli Papua untuk ikut serta dan memiliki wewenang dalam berbagai bidang pembangunan di tiga daerah otonomi baru.

Kemudian yang ketiga, Fraksi Partai Demokrat mengingatkan pemerintah bahwa pemekaran di Papua harus memasukkan dan menanamkan karakteristik lokal ke dalam sistem pemerintahan daerah di provinsi-provinsi yang ada di Papua.

"Misalnya dengan pendekatan antropologis dengan melakukan program ketahanan pangan hingga pemberdayaan masyarakat sesuai mata pencaharian,” ujarnya.

"Selain itu, pendekatan keamanan yang humanis, pembangunan dan kesejahteraan dari kita semua untuk rakyat Papua menjadi hal yang wajib dan tidak dapat ditawar,” imbuhnya.

Keempat, kata Rezka, Fraksi Partai Demokrat mendesak pemerintah memastikan batas dan cakupan wilayah, termasuk jumlah kabupaten kota secara tepat dan melihat kondisi terkini dari wilayah tersebut dan dengan mendengarkan masukan serta aspirasi dari setiap masyarakat adat

"Sehingga pengelolaan kawasan dan perbatasan dapat dilakukan semaksimal mungkin dalam rangka mendorong kedaulatan dan eskalasi pembangunan setiap provinsi di Papua dalam dekapan NKRI," katanya.

Yang kelima, jelas Rezka, mengingatkan kepada pemerintah terkait pentingnya grand design dalam proses pemekaran daerah. Bagi Demokrat, pemerintah harus mensyaratkan kepada pemerintah segera menyusun grand design atau aturan turunannya paling lambat dua tahun sejak undang-undang ini disahkan.

“Keenam, terkait pendanaan, FPD berpandangan pemerintah benar-benar perlu memeprhatikan dan mempertimbangkan kondisi fiskal dan kemampuan APBN. Jangan sampai negara semakin terbebani dengan defisit anggaran,” tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya