Berita

Ujang Komarudin saat menjadi pembicara Terpol Kantor Berita Politik RMOL bertajuk "Belum Nembak, Sudah Ditolak", Selasa (28/6)/Repro

Politik

2024 Butuh Pemimpin Berjiwa Negarawan, Megawati dan SBY Harus Dahulukan Kepentingan Masyarakat

SELASA, 28 JUNI 2022 | 20:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemimpin Indonesia pasca Presiden Joko Widodo diharapkan memiliki jiwa negarawan yang berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia. Salah satu jalannya adalah dengan rekonsiliasi antar elite parpol.

Begitu pandangan dosen politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin saat menjadi pembicara dalam diskusi virtual Teras Politik (Terpol) yang digelar Kantor Berita Politik RMOL bertajuk "Belum Nembak, Sudah Ditolak", Selasa (28/6).

Melihat perkembangan politik belakangan, Ujang memberikan contoh konkret rekonsiliasi dilakukan antara elite PDIP dengan Partai Demokrat.


Pasalnya, baru-baru ini Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa partai banteng moncong putih tidak akan berkoalisi dengan Demokrat karena latar belakang historis dan perbedaan platform.

Menurut Ujang, apa yang disampaikan Hasto tersebut lebih dilatarbelakangi oleh sejarah Pemilu 2004, dimana Megawati sebagai petahana keok oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan kendaraan politik yang dia buat sendiri dan pertama kali ikut Pemilu.

"Saya sih melihatnya ke arah sana," ujar Ujang.

"Tapi masalahnya kita membutuhkan sosok pemimpin yang berjiwa negarawan," sambungnya.

Maka dari itu, Ujag berpandangan langkah rekonsiliasi antar dua parpol tersebut menjadi satu jalan keluar untuk Indonesia yang lebih baik ke depan.

"Artinya siapa pun itu baik Bu Mega, Pak SBY, Pak Jokowi dan semua tokoh-tokoh bangsa harus berjiwa negarawan, itu mengesampingkan kepentingan pribadi dan lebih dahulu mementingkan kepentingan masyarakat," tuturnya.

Dengan cara begitu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini meyakini masalah yang selama ini dialami masyarakat juga bisa segera diselesaikan.

"Persoalan pribadi tadi, dalam konteks Pilpres 2004 yang lalu harus tutup buku. Mari bersama-sama kita membangun bangsa. Tidak bisa bangsa ini hanya dibangun PDIP, Demokrat, atau hanya oleh parpol yang lain, Golkar atau Gerindra. tapi harus bersama-sama," pungkas Ujang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya