Berita

Kantor Pusat bank bjb/Net

Bisnis

Industri BPD Tumbuh Positif di Tahun 2021, Salah Satunya bank bjb

SENIN, 27 JUNI 2022 | 21:59 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Industri bank pembangunan daerah (BPD) nasional tercatat memiliki pertumbuhan kinerja yang baik, di tengah kondisi pandemi Covid-19 dalam dua tahun belakangan ini. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan kredit BPD yang melampaui capaian industri sepanjang 2021.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit BPD tumbuh 7,45 persne secara tahunan menjadi Rp 521,14 triliun. Sedangkan asetnya mengalami pertumbuhan 5,50persen menjadi Rp877,36 triliun per Oktober 2021. Nilai itu melampaui pertumbuhan industri, yakni sebesar 3,24 persen secara tahunan.

Kinerja industri BPD yang terjaga dengan baik tersebut tercapai berkat porsi penyaluran kredit yang besar kepada aparatur sipil negara (ASN). Porsi penyaluran kredit kepada ASN yang adalah mayoritas di pangsa kredit BPD telah menopang pertumbuhan kredit BPD. Kredit yang bertumbuh, kemudian menarik aset untuk ikut naik.


Salah satu BPD yang terwakilkan oleh gambaran kinerja industri BPD tersebut adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) yang mencatatkan kinerja yang positif selama tahun 2021.

Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan laba kotor yang tercatat sebesar Rp 2,6 triliun. Dengan pertumbuhan interest income 21,6 persen, pertumbuhan fee based income sebesar 39,3 persen, yang bersumber dari digital channel sebesar 40 persen secara tahunan.

Total aset bank bjb juga tumbuh 12,4 persen menjadi Rp 158,4 triliun. Dengan nilai total aset tersebut, bank bjb menjadi bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia, atau masuk ke dalam 14 besar di industri perbankan nasional.

Kemudian, dana pihak ketiga (DPK) bank bjb turut tumbuh 14,3 persen menjadi Rp 121,6 triliun. Tumbuh di atas rata-rata industri perbankan yang hanya 12,2 persen. Penyaluran kredit juga tumbuh hingga 7,4 persen atau menjadi sebesar Rp 102,2 triliun, tumbuh di atas rata-rata industri perbankan yang hanya 5,2 persen.

Salah satu faktor yang membuat pertumbuhan bank bjb moncer, bahkan di masa pandemi adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Bank bjb sangat concern dengan kualitas SDM-nya.

BPD yang dipimpin oleh Yuddy Renaldi ini secara konsisten menerapkan sejumlah pelatihan yang berkelanjutan untuk segenap jajarannya. Seperti pelatihan di bidang teknologi yang bekerja sama dengan Amazon Web Services dalam peningkatan kapasitas SDM digital melalui jasa advisory, sandboxing, dan capacity building.

Tidak mengherankan bila bank bjb secara konsisten bisa meluncurkan inovasi-inovasi teknologi terbaru, seperti yang dirilis belum lama ini, new experience DIGI by bank bjb.

“DIGI by bank bjb memiliki fitur-fitur unggulan terbaru yang akan memanjakan nasabah karena mudah untuk digunakan, dan akan terus dikembangkan lebih jauh pada tahun ini menuju superapps,” ujar Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi dalam keterangannya, Senin (27/6).

Dengan konsistensi pengembangan SDM dan inovasi, bank bjb telah menjadi langganan juara nomor satu pada setiap acara penghargaan bergengsi.

Pada akhir Mei lalu, dua direktur wanita bank bjb sukses meraih Infobank Top 100 Most Outstanding Women. bank bjb-nya sendiri sukses membawa pulang piagam Infobank Top BUMD 2022.

Ke depan, bank bjb akan menggandeng sejumlah BPD lainnya dari berbagai daerah untuk mengembangkan layanan dan bisnis dalam skema kelompok usaha bersama (KUB). Dengan demikian, permodalan, infrastruktur, dan penyaluran kredit menjadi lebih solid.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya