Berita

Partai Golkar/Net

Politik

Besok, 100 Lebih Kader Partai Golkar akan Ikuti Acara Politik Cerdas Berintegritas di KPK

SENIN, 27 JUNI 2022 | 21:20 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Usai pengurus DPP PDI Perjuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali memberikan pembekalan antikorupsi dalam acara Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu 2022 untuk partai politik (parpol).

Besok, Selasa (28/6), parpol yang akan mendapatkan pembekalan antikorupsi adalah Partai Golkar.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati mengatakan, agenda pembekalan untuk jajaran pengurus Partai Golkar akan dilaksanakan pada Selasa (28/6) di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada pukul 9.00-12.00 WIB.


"Hingga sore ini konfirmasi yang kami terima bahwa Ketum dan Sekjen Golkar akan diwakili oleh Ketua Bakumham Partai Golkar dan Wasekjen Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar," ujar Ipi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (28/6).

Keduanya, kata Ipi, akan hadir secara langsung di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK bersama dengan sekitar 106 kader Golkar.

"Yang terdiri dari ketua dan perwakilan pengurus dari 34 DPD Golkar," pungkas Ipi.

Untuk para pengurus Partai Golkar, akan mendapatkan pembekalan antikorupsi dari Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar dan jajaran pada Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK.

KPK belakangan ini telah memberikan pembekalan antikorupsi kepada parpol. Seperti PDI Perjuangan yang telah mendapatkan pembekalan antikorupsi pada hari ini, Senin (27/6). Dari PDIP, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri absen.

Sementara yang hadir, yaitu Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondo Kambey, dan Ketua DPP hingga DPD dan DPC melalui langsung maupun virtual.

Sebelumnya, yaitu Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) yang dihadiri langsung oleh Ketum Partai Garuda, Ahmad Ridha Sabana bersama sekitar 60 pengurus DPP dan DPD Jakarta di Lantai 16 Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu pagi (22/6).

Selanjutnya pada Senin (20/6), Partai Gerindra juga sudah mendapatkan pembekalan antikorupsi dari KPK. Dari pengurus DPP Partai Gerindra, yang hadir langsung adalah, Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani dan pengurus lainnya.

Selanjutnya Partai Demokrat pada Selasa (14/6). Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) absen dalam acara ini karena sedang berada di luar negeri. Sementara, pengurus DPP Demokrat yang hadir, di antaranya Bendahara Umum Renville Antonio, beberapa Wakil Sekretaris Jenderal, hingga Ketua DPP Demokrat.

Kemudian, parpol yang telah menerima pembekalan antikorupsi dari KPK adalah, Partai Bulan Bintang (PBB) pada Kamis (2/6). Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra juga absen dalam acara ini. Sementara yang hadir, yaitu Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Noor dan pengurus lainnya.

Lalu sebelumnya, Partai Beringin Karya (Berkarya) dijadwalkan menerima pembekalan PCB pada Selasa (31/5). Namun, Berkarya juga meminta penundaan dengan alasan sedang ada persoalan di internal partai.

Sedangkan parpol yang pertama menerima pembekalan adalah, Partai Amanat Nasional (PAN) pada Rabu (25/5). Ketum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas hadir langsung dengan didampingi oleh puluhan pengurus PAN lainnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya