Berita

Pengemudi becak di Sri Lanka mengantre untuk mendapatkan BBM/Net

Dunia

Krisis Sri Lanka, Warga Antre Empat Hari di SPBU untuk Dapat BBM

SENIN, 27 JUNI 2022 | 17:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kelangkaan bahan bakar parah di Sri Lanka membuat antrean panjang bagi warga yang hendak membeli BBM atau gas.

Sementara pemerintah telah meminta karyawan untuk bekerja dari rumah sampai pemberitahuan lebih lanjut, sementara sekolah telah ditutup selama seminggu di ibukota komersial Kolombo dan sekitarnya.

Angkutan umum, pembangkit listrik dan layanan medis akan mendapatkan prioritas dalam distribusi bahan bakar, dengan beberapa dijatah ke pelabuhan dan bandara.


"Saya sudah empat hari mengantre, saya belum tidur atau makan dengan benar selama ini," kata pengemudi becak, W.D. Shelton.

Untuk mengatur banyaknya pembeli, petugas telah memberikan token kepada warga yang mengantre.

"Kami tidak bisa mencari nafkah, kami tidak bisa memberi makan keluarga kami," tambah Shelton, seperti dikutip Reuters.

Menurut Menteri Tenaga dan Energi Kanchana Wijesekera, Sri Lanka memiliki sekitar 9.000 ton solar dan 6.000 ton bensin. Namun tidak ada cadangan lain karena tidak ada pengiriman baru.

"Ini adalah tragedi, kami tidak tahu di mana ini akan berakhir," ucap Shelton.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya