Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono/Net

Politik

Demokrat Ungkit Lagi Keberhasilan SBY Turunkan Warisan Kemiskinan Era Megawati

SENIN, 27 JUNI 2022 | 10:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP Partai Demokrat tampak serius menanggapi sikap PDIP yang menolak bekerjasama dengan mereka pada Pilpres 2024 mendatang.

Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan pihaknya menghargai pilihan dari setiap partai politik dalam menentukan koalisi atau bekerja sama untuk Pilpres 2024.

Dia paham bahwa setiap parpol punya prioritas dan platform berbeda ketika memegang pemerintahan.


Herzaky lantas mengungkit kembali prioritas saat Partai Demokrat memimpin negeri dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai presiden.

“Rakyat pernah merasakan pemerintahan era Bu Megawati, Pak SBY, dan Pak Jokowi saat ini. Kalau era Demokrat yang memimpin, ketika Pak SBY menjadi presiden di tahun 2004-2014, prioritas kami jelas. Bela rakyat kecil, perjuangkan hak-hak dan aspirasi rakyat,” tegas Herzaky kepada wartawan, Senin (27/6).

Salah satu indikator SBY membela rakyat kecil adalah rakyat tidak perlu mengantre minyak goreng seperti saat ini dan harga sembakau terbilang terjangkau seta stabil.

“Tidak naik drastis seperti situasi yang rakyat hadapi enam bulan ini,” imbuhnya menegaskan.

Selain itu, Herzaky juga mengungkap bahwa kemiskinan turun drastis di era Presiden kejam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), penduduk miskin berkurang hampir 9 juta.

“Pemerintahan SBY diwarisi 36 jutaan penduduk miskin dari Presiden Megawati. Setelah sepuluh tahun memimpin, SBY mewariskan tinggal 27 jutaan penduduk miskin ke pemerintahan Jokowi. Ada pengurangan sangat signifikan,” tuturnya.

Sedangkan 5 tahun era Jokowi memimpin, angkanya berkisar 24 hingga 26 juta. Bahkan, kata Herzaky, hampir tidak ada pengurangan dari era SBY. Sementara setelah pandemi Covid-19 atau di periode kedua Jokowi, justru sempat naik lagi ke 28 juta, dan sekarang 26 juta.

Begitu pula dengan pengangguran. Selama 10 tahun pemerintahan SBY, pengangguran turun 3 jutaan. Era Jokowi 5 tahun pertama, hanya turun 140 ribuan. Bahkan, ketika pandemi, melonjak drastis penganggurannya.

“Karena itulah, kami, tentu akan memilih berkoalisi dengan sesama parpol yang bakal mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat. Berupaya agar harga sembako terjangkau, harganya stabil dan stok tersedia, kemiskinan berkurang drastis, dan pengangguran berkurang drastis. Parpol-parpol yang memperjuangkan perubahan dan perbaikan nasib rakyat di 2024-2029,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya