Berita

Najib Mikati/Net

Dunia

Mantan PM Najib Mikati Resmi Ditunjuk sebagai Perdana Menteri Baru Lebanon

JUMAT, 24 JUNI 2022 | 06:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lebanon telah menunjuk Najib Mikati sebagai perdana menteri pada Kamis (23/6) waktu setempat. Penunjukkan dilakukan langsung oleh Presiden Michel Aoun setelah berkonsultasi dengan anggota parlemen.

Mikati, yang saat ini menjabat sebagai perdana menteri sementara dan merupakan miliarder yang telah menjabat peran itu tiga kali, mendapat dukungan dari 54 dari 128 anggota parlemen.

Dia akan terus berperan sebagai juru kunci sampai pemerintahan terbentuk, suatu urusan yang seringkali berlarut-larut dan rumit.


Perpecahan politik Lebanon semakin mengakar dari sebelumnya, yang berarti Mikati menghadapi tugas berat dalam membentuk Kabinet yang akan memuaskan para pemain utama negara itu, seperti dilaporkan Alarabiya.

Krisis ekonomi yang menghancurkan yang dimulai pada 2019 telah menjerumuskan banyak orang Lebanon ke dalam kemiskinan dan menyebabkan mata uang lokal terdevaluasi lebih dari 90 persen.

Negara ini sedang berjuang dengan pemadaman listrik dan kekurangan besar barang-barang medis dan pasokan vital lainnya.

Berbicara dari istana kepresidenan di Baabda, Mikati meminta berbagai faksi Lebanon untuk mengesampingkan perselisihan pribadi mereka dan bersatu untuk menyelamatkan negara dari berbagai krisis yang menimpanya.

"Itu adalah tanggung jawab kolektif untuk melakukannya, dengan Lebanon menghadapi kehancuran total atau penyelamatan bertahap," kata Mikati, seperti dikutip dari Reuters.

Mikati juga menggarisbawahi perlunya kerjasama dengan parlemen untuk menyetujui undang-undang yang diperlukan untuk mengamankan bailout dari Dana Moneter Internasional.

Parlemen Lebanon yang baru-baru ini terpilih mengadakan konsultasi yang mengikat pada hari Kamis dengan Aoun mengenai siapa yang harus dipilih sebagai perdana menteri setelah pemilihan nasional bulan lalu.


Dua nama telah muncul sebagai pesaing utama selama proses konsultasi: Mikati dan Nawaf Salam, seorang hakim dan mantan utusan Lebanon untuk PBB. Yang terakhir menerima dukungan dari 25 anggota parlemen.

Salam telah didukung oleh Partai Sosialis Progresif Walid Joumblatt, Partai Kataeb dan beberapa anggota parlemen baru yang memiliki hubungan dekat dengan protes pada Oktober 2019 yang menyebabkan jatuhnya pemerintah yang dipimpin oleh Saad Hariri.

Itu tidak cukup untuk menjembatani kesenjangan karena Mikati menerima dukungan dari dua kelompok utama Syiah di Lebanon - kelompok militan yang didukung Iran dan partai politik Hizbullah dan sekutunya Amal, yang dipimpin oleh ketua parlemen Nabih Berri.

Dalam sistem pembagian kekuasaan sektarian Lebanon, perdana menteri adalah seorang Muslim Sunni, presiden seorang Kristen Maronit dan ketua parlemen seorang Muslim Syiah.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Ketika Seekor Ayam Lebih Berharga dari Nyawa Seorang Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 00:21

Disoal Kader, Pergantian Pengurus AMPI Langgar Aturan Organisasi?

Senin, 27 Juli 2026 | 00:20

Inilah Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 00:00

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:29

Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:20

‘API’ Jaringan Umat

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:01

Pakar Hukum: Tersangka Korupsi Bisa Ditetapkan Meski Belum Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:45

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:37

Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:14

ICW Dapat Bocoran Timses Prabowo-Gibran Sodok Posisi Gantikan Ketua Ombudsman RI

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:50

Selengkapnya