Berita

Mantan Pangdam Iskandar Muda Mayjen Ahmad Marzuki, sejak 25 Maret 2022 bertugas sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Kewaspadaan Nasional Lemhannas/Net

Politik

DPR Aceh Jilat Ludah Sendiri Usulkan Mayjen Ahmad Marzuki jadi Pj Gubernur

JUMAT, 24 JUNI 2022 | 06:01 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Koordinator Solidaritas Angkatan Pemuda Aceh (SAPA), Irvan, menyebut DPR Aceh (DPRA) menjilat ludah sendiri saat mengusulkan nama Ahmad Marzuki sebagai calon penjabat gubernur bersama dua nama lain.

Diketahui, Ahmad Marzuki adalah prajurit TNI berpangkat mayor jenderal (Mayjen). Dia lahir di Bandung, Jawa Barat dan pernah menjabat sebagai Panglima Kodam Iskandar Muda.

Penunjukan ini, akta Irvan, terkesan aneh karena selama ini DPR Aceh ngotot mencalonkan putra daerah sebagai calon penjabat gubernur. Dan hal itu, kata dia, menjadi poin pertama.


"Saat DPR Aceh diberikan kesempatan untuk mengusulkan nama-nama calon, mereka malah memilih nama Ahmad Marzuki yang yang jelas-jelas bukan putera Aceh. Ini tentunya jadi tanda tanya publik, kok DPR Aceh tidak konsisten dengan perkataan mereka,” kata Irvan dalam keterangan tertulis, Kamis (23/6).

Irvan juga mengkritik cara DPR Aceh menetapkan nama-nama kandidat penjabat gubernur. Menurut dia, DPR Aceh tidak menjaring nama-nama dari masyarakat. Mereka, kata Irvan, bekerja atas dasar pesanan.

Beberapa kandidat yang diusulkan oleh DPR Aceh, kata Irvan, terlihat rekam jejak yang tidak berpihak kepada Aceh. Bahkah satu di antara nama-nama yang diusulkan oleh DPR Aceh itu disinyalir memiliki bisnis tambang galian C di daerah Aceh Jaya.

Karena itu, kata Irvan, SAPA berharap agar Presiden Joko Widodo mengabaikan kandidat yang diusulkan oleh DPR Aceh. Usulan tersebut, kata dia, bukan aspirasi rakyat Aceh. Bahkan anggota DPR Aceh sendiri ada yang tidak mengetahui ihwal pengusulan tersebut.

Dia juga mengingatkan agar DPR Aceh tidak berlaku seperti orang kebakaran janggut jika usulan tersebut tidak diterima oleh presiden. Presiden, kata Irvan, lebih memahami kebutuhan pemerintah pusat di daerah.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya