Berita

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Ismail Hasani/Net

Politik

Draf RKUHP Masih Misteri, SETARA Institute: Lagi-lagi Abai Terhadap Meaningful Participation

KAMIS, 23 JUNI 2022 | 17:00 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Rancangan Kitab Undang Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang akan disahkan oleh Pemerintah dan DPR RI bulan Juli mendatang masih jauh dari segi transparansi.

SETARA Institute berpandangan, pembahasan RKUHP telah digulirkan sejak puluhan tahun silam, dan terus menjadi bola panas yang mendapat atensi masyarakat setiap kali muncul wacana pengesahan.

Namun sayangnya, hingga kini draf RKUHP versi terbaru masih belum bisa diakses khalayak.

"Lagi-lagi, pembentuk undang-undang abai terhadap 'meaningful participation' yang seharusnya diimplementasikan dalam setiap proses legislasi," kata Direktur Eksekutif SETARA Institute, Ismail Hasani dalam keterangannya, Kamis (23/6).

Ketidaktransparan ini dinilai sudah mengabaikan hak-hak masyarakat dalam menyampaikan masukan kepada pembuat undang-undang. Menurut SETARA, kurangnya ruang deliberatif dalam proses legislasi ini menjadi sebab banyaknya penolakan atas berbagai undang-undang.

"Karena proses legislasi yang tidak partisipatif sangat berpotensi mengarah pada produk yang jauh dari harapan masyarakat. Dalam 3 tahun terakhir, disrupsi legislasi telah diperagakan secara nyata oleh pemerintah dan DPR," tegasnya.

Oleh karenanya, SETARA Institue mendesak pemerintah, dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM dan Komisi III DPR untuk membuka draf RKUHP versi terbaru kepada publik.

"Hal ini guna memberikan ruang deliberatif kepada masyarakat untuk mewujudkan prinsip meaningful participation," tandasnya.

Populer

Singgung Presiden Harus Orang Indonesia Asli, Syahganda Nainggolan: Sutiyoso Sudah Kasih Tahu Saya, yang Sekarang Asli atau Tidak

Senin, 27 Juni 2022 | 00:21

Kepala WHO Akui Percaya Virus Corona Berasal dari Laboratorium Wuhan China

Kamis, 23 Juni 2022 | 17:07

Usai Rakernas PDIP, Puan Maharani Jauhi Ganjar Pranowo

Kamis, 23 Juni 2022 | 16:35

FPI, PA 212, dan GNPF Ulama Serukan Umat Islam untuk Satu Komando ke Habib Rizieq Shihab Soal Pilpres 2024

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:22

Tiga Partai Dapat Sokongan JK untuk Usung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:49

PP Syarikat Islam Kirim Surat ke Jokowi Agar Habib Rizieq dan Munarman Dibebaskan

Jumat, 24 Juni 2022 | 07:27

Mega Ogah Punya Mantu Tukang Bakso, Pengamat: Apa Bedanya dengan Narasi Jin Buang Anak?

Senin, 27 Juni 2022 | 10:36

UPDATE

Diundang Jokowi Hadir di KTT G20 Secara Langsung, Zelensky: Tergantung Situasi

Kamis, 30 Juni 2022 | 07:45

Hari Ini, OSO dan Pengurus Partai Hanura Penuhi Undangan KPK

Kamis, 30 Juni 2022 | 07:41

Politisi Rusia: Bergabung dengan NATO adalah Pilihan, tapi Harus Tahu Apa Konsekuensinya

Kamis, 30 Juni 2022 | 07:23

Terjebak di Dalam Truk Trailer, 53 Migran Tewas Terpanggang Suhu 39 Derajat Celsius

Kamis, 30 Juni 2022 | 07:04

Rusia: Macetnya Ekspor Gandum Ukraina adalah Kesalahan dari Rezim Kiev Sendiri

Kamis, 30 Juni 2022 | 06:40

Konsep Baru NATO: Rusia adalah Ancaman, China adalah Saingan

Kamis, 30 Juni 2022 | 06:23

PAN Cirebon Optimistis Zulhas Mampu Atasi Masalah Migor Curah

Kamis, 30 Juni 2022 | 06:07

Hadapi Puncak Armuzna Tim Kesehatan Haji Siapkan 782 Nakes, 48 di Antaranya Dokter Spesialis

Kamis, 30 Juni 2022 | 05:43

Tanpa Jumbo

Kamis, 30 Juni 2022 | 05:15

PAN Bengkulu Buka Peluang Bupati Lebong Kopli Ansori Maju Pilgub 2024

Kamis, 30 Juni 2022 | 04:47

Selengkapnya