Berita

Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani/Net

Politik

Tingkat Kedewasaannya Diragukan, Puan Maharani Belum Matang untuk Jadi Pemimpin Indonesia

KAMIS, 23 JUNI 2022 | 08:26 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tingkat kedewasaan Ketua DPR RI, Puan Maharani, diragukan publik usai mengunggah video yang menunjukkan Presiden Joko Widodo tengah berbincang serius dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Alhasil, Puan pun dianggap sebagai sosok yang belum matang dan belum siap untuk menjadi Presiden ataupun Wakil Presiden ke depan.

Demikian analisis Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menanggapi sikap Puan yang merekam video saat Megawati berbincang dengan Presiden Jokowi.


"Saya kira apa yang dilakukan Puan pada saat Jokowi berbincang serius dengan Megawati merupakan peristiwa yang memalukan, dan menunjukkan tingkat kedewasaannya diragukan," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (23/6).

Publik juga, kata Saiful, melihat sikap Puan yang merupakan Ketua DPP PDIP adalah sikap yang memalukan. Seharusnya, Puan dapat lebih menghargai pertemuan Megawati yang notabene merupakan orangtuanya.

"Dengan sikap Puan tersebut, maka publik bisa menilai bahwa Puan seakan ingin menunjukkan bahwa Jokowi adalah petugas partai, bahkan tunduk dan patuh pada arahan Megawati," jelas Saiful.

Bahkan dengan pertunjukan Puan itu, lanjut Saiful, membuat pendukung Jokowi sedih karena seorang presiden seperti diperlakukan seperti seseorang yang sedang akan melamar pekerjaan.

Tidak hanya pendukung Jokowi, rakyat pun akan sedih presidennya diperlakukan seperti itu.

"Saya kira sangat tidak elok ya, apalagi itu kan bukan acara keluarga yang harus dieksplor ke publik, mestinya kalau matang hal-hal yang demikian cukup menjadi konsumsi pribadi. Karena dari hal-hal kecil itulah publik akan menilai sosok Puan masih selevel itu atau dapat dinilai belum matang," pungkas Saiful.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya