Berita

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Invetasi Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Kalau Patuh Sama Megawati, Muslim Sarankan Jokowi Segera Pecat Luhut Pandjaitan

RABU, 22 JUNI 2022 | 22:26 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ancaman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri kepada kader untuk tidak bermain banyak kaki dianggap merupakan pesan yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo untuk segera memecat Luhut Binsar Pandjaitan dari Kabinet Indonesia Maju.

Hal itu merupakan analisa yang disampaikan oleh Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menanggapi beberapa peristiwa yang terjadi di Rakernas II PDIP yang diselenggarakan di Sekolah Partai PDIP di Lenteng Agung, Jakarta pada Selasa (21/6).

Awalnya, Muslim menyoroti soal viralnya sebuah video yang direkam oleh Ketua DPP PDIP yang juga merupakan Ketua DPR RI, Puan Maharani memperlihatkan Megawati sedang berbincang serius dengan Presiden Jokowi.


"Video itu dapat memperlihatkan bahwa Jokowi masih sebagai petugas partai. Dapat di benarkan, sebagai petugas partai Jokowi jangan ambil garis kebijakan sendiri, bisa out," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (22/6).

Selain itu, Muslim juga menyoroti soal ancaman Megawati dalam pidato itu. Di mana, berisi pesan yang seolah-olah ditujukan kepada Presiden Jokowi yang banyak dianggap orang bermain dua kaki, baik dengan Megawati maupun Luhut yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

"Seperti ancaman Megawati dalam pidato pembukaan Rakernas itu, malah semestinya setelah ini, Jokowi buru-buru pecat Luhut. Karena Luhut selama ini banyak bikin masalah. Yang paling besar, terkait wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan tunda pemilu dan kebohongan Luhut atas big data," jelas Muslim.

Dengan demikian, Muslim menyarankan kepada Jokowi, jika ingin selamat sampai akhir masa jabatannya, Jokowi harus setia kepada Megawati dan PDIP.

"Demikian juga soal Capres, Jokowi juga jangan gadang-gadang Ganjar yang nampak tidak disukai oleh Mega dan Puan. Bagaimanapun, PDIP itu Megawati dan Puan. Jokowi dan Ganjar dibesarkan oleh Megawati. Jokowi harus ingat itu," pungkas Muslim.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya