Berita

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani/Net

Politik

Pimpinan MPR: Alumni Timur Tengah Berperan Penting Menjaga Kerukunan dan Toleransi di Indonesia

SABTU, 18 JUNI 2022 | 15:33 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ulama alumni Timur Tengah, memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara yang menyatukan keberagaman di Nusantara.

Begitu dikatakan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat membuka sekaligus memberikan sambutam dalam acara Silahturahmi dan Musyawarah Nasional 1 Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, pada Jumat malam (17/6).

Pada kesempatan ini, Muzani berbicara tentang pentingnya peran para alumni Timur Tengah dalam menjaga Pancasila sebagai dasar negara. Peran alumni Timur Tengah, kata dia, begitu penting terhadap kemajuan bangsa.


"Dalam sejarahnya alumni Timur Tengah telah membuat Nusantara sampai menjadi Indonesia, menjadi dikenal sebagai sebuah kekuatan bangsa. Kita bisa hidup rukun dalam aneka kebhinekaan dan saling toleran serta menghormati satu sama lain karena para ulama dari Timur Tengah," ujar Ahmad Muzani.

Hal itu bisa terjadi karena konsep negara dan keyakinan beragama saling beriringan, tidak bertentangan. Menurutnya, hal ini juga yang berbeda dengan banyak negara di Timur Tengah di manapertentangan keduanya sering berujung pada peperangan, bahkan pertumpahan darah.

"Konsep negara dan keyakinan beragama di Indonesia saling bertemu. Di banyak negara berbeda keyakinan bisa menjadi perang. Indonesia tentu berbeda, keanekaragaman menjadi satu kekuatan meski kita berbeda dalam keyakinan. Pertentangan agama dan konsep negara banyak berujung pada pertumpahan darah," terangnya.

"Di Indonesia tidak ada perang agama, tidak ada pertentangan itu, yang ada hanya saling menghormati dan itu adalah kontribusi dari alumni Timur Tengah," imbunya.

Disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra ini, dalam sejarahnya KH Ahmad Dahlan di tahun 1912 mendirikan organisasi yang dinamakan Muhammadiyah. Demikian juga alumni Timur Tengah lainnya KH Muhamad Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) di tahun 1926.

Dua organisasi inilah yang kemudian berperan penting dalam kemajuan dakwah Islam dan mempengaruhi konsep negara Indonesia sejak kelahirannya sampai sekarang. Demikian juga dengan organisasi lainnya yang didirikan oleh alumni Timur Tengah.

Muzani menambahkan, Pancasila sebagai dasar negara merupakan perwujudan atas keberagaman dan toleransi yang menjadi tiang utama Indonesia. Meskipun dasar negara tidak berdasar agama. Itulah yang dirumuskan dalam Pancasila dan kita semua bersatu dalam negara berdasar Pancasila.  

"Itulah jasa-jasa para alumni Timur Tengah kita. Kalau mau jujur, jasa-jasa alumni Timur Tengah tidaklah kecil dalam mewujudkan Indonesia sampai saat ini. Pancasila milik kita semua, milik semua bangsa Indonesia," pungkasnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya