Berita

Guru Besar Lee Kuan Yew School of Public Policy di Universitas Nasional Singapura Kishore Mahbubani/Repro

Politik

Kishore Mahbubani: Kader Muda Partai Golkar Harus Wujudkan Semangat Meritokrasi pada Pengkaderan

JUMAT, 17 JUNI 2022 | 22:49 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kader-kader muda Partai Golkar harus bisa mewujudkan semangat meritokrasi dalam pengkaderan. Yakni, pengkaderan yang berdasarkan pada kemampuan atau prestasi, bukan kekayaan atau kelas sosial

Begitu dikatakan Kishore Mahbubani, Guru Besar Lee Kuan Yew School of Public Policy di Universitas Nasional Singapura, pada Public Leacture dengan tema “Kondisi Geopolitik Indonesia dan Peran Indonesia” yang digelar Golkar Institute, Jumat (17/6).

Dikatakan Kishore Mahbubani, meritokrasi adalah salah satu kunci kemajuan suatu negara.


“Negara-negara ASEAN memiliki tata kelola yang baik dan cara untuk mendapatkan tata kelola yang baik adalah melalui praktik meritokrasi dan kejujuran,” kata Kishore dalam paparannya.

“Jadi saya berharap alumni Golkar Institute akan mempromosikan nilai-nilai meritokrasi, dan begitulah cara anda mendapatkan tata kelola yang baik,” sambungnya.

Kishore yang pernah menjabat Presiden Dewan Keamanan PBB, juga menyampaikan soal peran penting Indonesia sebagai Presidensi G20.

Menurutnya, Indonesia bisa mengambil peran untuk pemimpin persatuan negara-negara di tengah tantangan global pasca pandemi dan di tengah perang Rusia dengan Ukraina.

“(Forum) G20 bisa menjadi wadah untuk mempersatukan negara-negara dan memperkuat ekonomi dengan saling bekerja bersama,” terangnya.

Banyaknya masalah dan tantangan global, lanjutnya, membuat G20 memiliki peran sangat penting untuk memperkuat. Termasuk juga ASEAN, yang punya tanggung jawab untuk memperkuat kekuatan Asia Tenggara.

“ASEAN harus menanggapi situasi geopolitik global dan kita tidak boleh pasif,” demikian Kishore.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya