Berita

Wasekjen Partai Rakyat Adil Makmur (Prima), Anshar Manrulu/RMOL

Politik

Partai Prima: Sipol Pemilu 2024 Tidak Wajar

SENIN, 13 JUNI 2022 | 23:07 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang digunakan saat Pemilu 2024 dianggap memperumit partai politik (Parpol) yang akan melakukan pendaftaran menjadi peserta Pemilu pada Agustus nanti.

Salah satu pihak yang menganggap Sipol mempersulit Parpol, yaitu disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Rakyat Adil Makmur (Prima), Anshar Manrulu.

Anshar mengatakan, perkembangan teknologi digital seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mempermudah aktivitas, termasuk sistem Pemilu. Namun, Sipol justru mempersulit manusia dalam bekerja.


Prima menilai, sistem Pemilu yang diberlakukan di Indonesia saat ini merupakan yang paling rumit dan sulit di dunia.

"Sipol KPU sekarang paling rumit di dunia, Parpol baru maupun lama dipersulit untuk mendaftar," ujar Anshar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (13/6).

Selain kerumitan itu menurut Anshar, tahapan-tahapan Pemilu yang dilakukan KPU seolah dikejar-kejar oleh waktu. Hal itu bisa dilihat dalam penetapan Sipol yang mendahului penerbitan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

"Dasar hukum Sipol tahun 2019 melalui PKPU, tahun ini mendahului PKPU," katanya.

Anshar menilai, tahapan pengisian Sipol yang ditetapkan KPU juga tidak wajar dan menyulitkan Parpol yang akan mendaftar. Sebab, waktu yang diberikan hanya sekitar 40 hari untuk memasukkan 780 ribu basis data.

"Durasi pengisian Sipol ini tidak wajar, waktunya terlalu mepet, dalam Pemilu sebelumnya 120 hari, sekarang sekitar 40 hari," terang Anshar.

Sehingga, Anshar meminta agar sistem pengisian Sipol dapat memudahkan bagi Parpol untuk melakukan pendaftaran. Setidaknya, sistemnya sama dengan Pemilu sebelumnya.

Dia pun mendorong agar DPR RI memanggil KPU terkait persoalan tersebut. Selain itu, dia juga mengajak partai-partai lain untuk mengkritisi sistem yang tidak masuk akal itu.

"Zaman sudah modern, sistem Sipol harusnya memudahkan bukan menyulitkan," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Bripda Nopandri Anggota Polres Katingan Ditemukan Wafat Usai Gerebek Bandar Narkoba

Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:06

GreenBus Pertamina, Ajak Generasi Muda Belajar dari Kampung Hijau Cemara

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:46

Aipda Endang Karyana Gugur usai Tertabrak Tugas di Tol Joglo

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:39

Bank Mandiri Taspen Gelar Appreciation Night Bersama Media di Pantai Sanur

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:10

Kapolri Pimpin Sertijab Enam Kapolda dan PJU Mabes

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34

Ulang Tahun, Dasco Ucapkan Selamat untuk Nadiem Makarim

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:08

Terus Ada, Ada Terus, BNI Hadirkan Ragam Promo Spesial 80 Tahun Pengabdian

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:44

Partai Demokrat Ajak Publik Terlibat Tentukan Logo HUT ke-25

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:52

Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Ini Jadwalnya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:25

KAI Group Angkut 258,99 Juta Penumpang di Semester I 2026

Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:57

Selengkapnya