Berita

Refly Harun saat membahas sikap Masinton Pasaribu yang menolak jabatan Jokowi 3 periode/Repro

Politik

Masinton Tolak Wacana 3 Periode, Refly Harun: Patut jadi Perenungan Bagi Kita

MINGGU, 12 JUNI 2022 | 23:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pernyataan tegas yang disampaikan oleh politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu yang menolak wacana Joko Widodo tiga periode dianggap mewakili pemikiran dari partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri.

Anggapan itu disampaikan langsung oleh pengamat Refly Harun saat siaran langsung di kanal Youtube Refly Harun berjudul "Live! Tak Sudi 3 Periode, Masinton Desak Mahasiswa Lawan dan Turun ke Jalan!" pada Minggu malam (12/6).

Dari siaran langsung ini, Refly membacakan tiga berita yang menarik yang salah satunya dilansir dari Republik Merdeka Online berjudul "Masinton Pasaribu: Wacana Tiga Periode Muncul dari Orang Berwatak Tirani".


"Luar biasa ini ya penolakan Masinton, dan kita anggap ini mewakili pemikiran PDIP tentunya," ujar Refly seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Minggu malam (12/6).

Refly mengaku wacana tiga periode dipikir sudah selesai, akan tetapi masih terus digaung-gaungkan. Padahal menurutnya, hal itu kontraproduktif dalam hal pembangunan demokrasi.

"Walaupun ini ada berita yang ya mungkin agak main-main ya, bahwa Waria mendukung tiga periode dan lain sebagainya. Dan pembagian kaos misalnya tidak dicegah ya dibiarkan saja," kata Refly.

Selain itu, Refly juga menyoroti pernyataan dari Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiabudi yang menilai masih ada rakyat Indonesia menginginkan Jokowi tiga periode. Klaim itu berdasarkan hasil survei yang menunjukkan ada 33 persen yang ingin Jokowi tiga periode.

"Jangankan 33 persen, 99 persen pun kalau itu melanggar konstitusi, melanggar konstitusionalisme, harusnya tidak diikuti. Karena nanti bisa muncul pemimpin otoriter suatu saat yang bisa mengendalikan kemauan rakyat," jelas Refly.

"Lalu dengan teknik misalnya referendum, amandemen dan lain sebagainya, dia bisa menyetir pendapat rakyat. Kenapa? Karena proses referendumnya penuh dengan tekanan seperti Pemilu zaman orde baru," sambung Refly.

Sehingga kata Refly, demokrasi tidak bisa diganggu-ganggu dengan eksperimen buruk yang terjadi di masa sebelumnya. Meski era reformasi 98 sudah berlangsung 24 tahun silam, Refly yakin bahwa ancaman untuk demokrasi yang represif itu masih tetap menyala.

"Kita mesti tetap harus waspada. Karena itu apa yang diserukan Masinton ini patut menjadi sebuah perenungan juga bagi kita. Apalagi yang menyerukan adalah part of the ruling party. Kalau yang menyerukan oposisi waduh sudah pasti dibilang kadrun, dibilang macam-macam dan mungkin diancam untuk dipidanakan karena dianggap melakukan provokasi dan lain sebagainya," terang Refly menutup.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya