Berita

Pangkalan Angkatan Laut Ream di provinsi Preah Sihanouk, Kamboja/Net

Dunia

Beijing: Kabar yang Disiarkan AS tentang China Membangun Pangkalan Militer di Kamboja untuk Tujuan Menekan Negara Itu, adalah Palsu!

RABU, 08 JUNI 2022 | 06:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China beraksi atas kabar yang tersiar dari media Barat yang menyebutkan bahwa China diam-diam membangun pangkalan militer di Kamboja dengan tujuan menekan negara itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengomentari laporan tersebut dengan mengatakan pemerintah AS sedang menciptakan informasi palsu.

"Sejauh yang saya tahu, Kamboja telah mengomentari laporan ini. Kamboja juga telah menginformasikan bahwa konstitusinya tidak mengizinkan pembangunan pangkalan militer asing di wilayahnya," kata Zhao Lijian.


Menurutnya, AS telah mengabaikan posisi pihak Kamboja dengan membuat spekulasi jahat. Juga merendahkan, bahkan mengancam dan menekan Kamboja.

"Ini teror psikologis klasik," kata Zhao, sebagaimana dikutip dari TASS. Zhao menekankan, China dan Kamboja adalah mitra, dan kerja sama mereka sangat transparan dan rasional.

"AS memiliki 800 pangkalan di luar negeri, dan anggaran militernya kira-kira sama dengan pengeluaran pertahanan sembilan negara," kata Zhao.

Ia menyayangkan sikap AS yang selalu ikut campur dalam urusan internal negara lain pada setiap kesempatan.

Pesawat tempur dan kapal AS selalu siap mengayunkan pedang di depan pintu negara lain, kata Zhao.

"Jadi, siapa yang kemudian membahayakan keamanan dan stabilitas global dan regional? Dialah yang menyebarkan informasi palsu, semua orang tahu itu," tukas Zhao.

The Washington Post pada Senin (6/6) melaporkan dengan mengutip sumbernya sendiri, bahwa China diam-diam membangun fasilitas untuk Angkatan Lautnya di Kamboja. Menurut surat kabar itu, kedua negara berusaha menyembunyikan informasi ini.

Washington Post juga menunjukkan bahwa China mengharapkan untuk mempertahankan kehadirannya di bagian utara Pangkalan Angkatan Laut Ream Kamboja di Teluk Thailand. Peletakan batu pertama, yang akan dihadiri oleh perwakilan dari kedua negara, akan diadakan pada Kamis (9/6). Ini akan menandai awal dari renovasi dan perluasan pangkalan, yang hanya akan digunakan oleh China.

Ini seperti membuktikan kabar yang tersiar pada 2019 lalu yang dilaporkan The Wall Street Journal, bahwa China dan Kamboja telah menandatangani perjanjian rahasia yang memberi militer RRC hak eksklusif untuk menggunakan pangkalan Ream selama 30 tahun.

Menurut Washington Post, seorang pejabat China mengkonfirmasi bahwa militer dan ilmuwan China akan menggunakan bagian dari pangkalan itu.

Sementara yang publik tahu sejauh ini adalah, satu-satunya pangkalan militer luar negeri China adalah di Djibouti.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya