Berita

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian/Net

Dunia

Zhao Lijian: Bukan China, Tapi Amerika Serikat Pelaku Diplomasi Paksaan Sebenarnya

SELASA, 07 JUNI 2022 | 15:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pernyataan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken soal China melakukan "diplomasi paksaan" dibantah dengan keras oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian. Ia menuding balik dengan menyebut AS sebagai pelaku.

Zhao dalam konferensi pers Senin (6/6) mengecam komentar Blinken dan balik menyebut bahwa pelaku "diplomasi paksaan" sebenarnya adalah Amerika.

"Amerika Serikat yang terlibat dalam diplomasi paksaan," kata Zhao, seraya menambahkan bahwa China tidak pernah menggunakan tindakan pemaksaan apa pun dan dengan tegas menentang negara lain mana pun yang melakukannya, seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (7/6).


"Ketika kedaulatan dan martabat nasional China dipaksa atau disalahgunakan, China mengambil tindakan balasan yang masuk akal dan sah untuk membela hak dan kepentingannya yang sah dan menegakkan keadilan dan keadilan internasional," lanjutnya.

Lebih lanjut Zhao memberikan sejumlah contoh praktik "diplomasi paksaan" yang dilakukan AS. Ia mengutip praktik seperti menekan Huawei China dan perusahaan asing lainnya secara tidak hati-hati, dan memaksa negara-negara untuk memihak dalam konflik Rusia-Ukraina, sementara sering mengancam akan menggunakan sanksi sepihak dan sanksi jangka panjang.

Terlebih lagi, tambahnya, ketika China dan Kepulauan Solomon menandatangani kesepakatan kerja sama keamanan berdasarkan saling menghormati, kesetaraan, dan saling menguntungkan, Amerika Serikat segera menekan negara-negara kepulauan Pasifik Selatan untuk menghalangi kerja sama normal dengan China.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya