Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat kunjungan kerja ke Singapura/Ist
Sejumlah kesepakatan terkait travel bubble, pengembangan data center di Nongsa Digital Park (NDP), hingga kerja sama di bidang energi jadi bahasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat bertemu beberapa menteri Singapura.
Dalam kunjungan ke Singapura, Menko Airlangga telah bertemu dengan beberapa menteri, di antaranya Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, H.E. Mr Gan Kim Yong; Menteri Komunikasi dan Informatika Singapura, H.E. Mrs Josephine Teo; dan Menteri Transportasi Singapura, H.E. Mr S. Iswaran.
“Kami akan berupaya memulihkan perjalanan lintas batas dan memudahkan persyaratannya untuk lebih mendorong wisatawan Singapura mengunjungi Indonesia dengan aman,†papar Menko Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/6).
Mengenai
travel bubble hingga NDP merupakan hasil kesepakatan dalam pertemuan Leaders Retreat Indonesia �" Singapura 2022 pada 25 Januari 2022 silam.
Sejak Leaders Retreat, Indonesia telah memfasilitasi perjalanan wisata bebas karantina antara Batam - Bintan - Singapura. Sementara itu, skema Vaccinated Travel Lanes (VTL) by Sea yang dijalankan Singapura telah mengakomodir perjalanan kapal ferry bagi para pemudik yang memasuki kawasan yang telah ditetapkan, yakni di Lagoi - Bintan dan Nongsa - Batam.
Terkait pengembangan NDP, Indonesia menyambut baik investasi data center di NDP, dimana baik DC First maupun GDS akan memulai pengembangan tahap 1 bulan depan dan menargetkan pengoperasian tahap 1 pada bulan April dan Agustus 2023.
Lahan yang dibutuhkan telah disiapkan untuk pendirian data center beserta kesiapan infrastrukturnya, diantaranya kebutuhan kapasitas listrik dan sistem pendinginan.
Lebih lanjut, NDP juga terkoneksi dengan 13 sistem kabel bawah laut dan 7 landing station yang menghubungkan Pulau Batam ke Jakarta, Singapura, Malaysia, dan Pantai Barat Amerika Serikat.
Dalam rangka memfasilitasi dan meningkatkan kerjasama energi Indonesia dan Singapura, maka ditandatangani MOU kerja sama Energi sebagai kerangka kelembagaan. Saat ini tengah menunggu pelaksanaan proyek yang sedang berjalan, termasuk proyek PLTS Batam yang telah ditambahkan ke daftar Proyek Strategis Nasional.
Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) berencana mengimpor 4 GW listrik rendah karbon, dan juga mengusulkan rencana investasi Grup Sunseap untuk mengembangkan fotovoltaik surya (PV) terapung di Batam.
“Kami berusaha mengakomodasi minat yang meningkat dalam investasi pembangkit listrik tenaga surya di wilayah BBK dan berharap dapat bekerja sama lebih lanjut dengan Singapura,†tutup Airlangga.