Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Minim Regulasi, Kenali Ciri-ciri Robot Trading Bodong

SABTU, 04 JUNI 2022 | 16:28 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Maraknya kasus robot trading ilegal perlu menjadi perhatian pemerintah untuk segera membuat regulasi.

Pemerintah, khususnya Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), diharapkan segera membuat regulasi agar mekanisme sales dan marketing hingga pajak yang diterapkan pada penjualan robot trading makin jelas.

"Ketika ada regulasi dari pihak pemerintah sebagai regulator dan menjaga produsen atau penyedia robot trading tentunya akan semakin memperbaiki ekosistem dari robot trading yang ada di Indonesia," ujar CEO dan Founder Astronacci International, Gema Goeyardi kepada wartawan, Sabtu (4/6).


Menurut Gema, yang harus dijadikan fokus adalah mekanisme kerja dari robot, serta sistem finansial yang ada. Sebab, robot trading selama ini kerap digunakan sebagai wadah melakukan investasi bodong.

"Bila ada regulasi yang sesuai, baik dari sisi sistem kerja robot hingga aturan investasi yang baik dan benar, akan sangat membantu pihak investor berinvestasi dengan tenang dan nyaman," sambung pakar ekonomi digital ini.

Di sisi lain, ia memaparkan kiat membedakan robot trading asli dan bodong.

Pada dasarnya, robot trading termasuk bagian di dalam automation trading management, salah satu ilmu yang diatur saat kita mengambil sertifikasi teknikal analisis dunia.

Robot trading akan disempurnakan oleh manusia yang mengimprovisasi melalui mekanisme trading lebih disiplin dari sebuah algoritma atau rumus yang digunakan saat melakukan analisa.

"Ketika ada penawaran dalam bentuk fix income serta persentase profit yang begitu besar, maka perlu diwaspadai investasi tersebut bodong atau ponzi," tandasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya