Berita

Sekretaris Jenderal Interpol Juergen Stock/Net

Dunia

Interpol: Senjata yang Dikirim ke Ukraina Akan Berakhir di Pasar Gelap

JUMAT, 03 JUNI 2022 | 07:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengiriman senjata ke Ukraina oleh Amerika Serikat bersama sekutunya di Eropa dan sekitarnya ikut membuat pihak Interpol merasa khawatir.

Sekretaris Jenderal Interpol Juergen Stock mengatakan pada Rabu (1/6) bahwa senjata-senjata tersebut kemungkinan akan berakhir di pasar gelap global.

"Berbagai kelompok kriminal telah mengincar senjata-senjata ini," kata pejabat itu kepada Anglo-American Press Association di Paris, seperti dilaporkan kembali oleh RT, Jumat (3/6).


Stock telah mendesak negara-negara anggota Interpol untuk secara aktif bekerja sama dalam melacak senjata yang dikirim ke Ukraina, menambahkan bahwa mereka yang memasok senjata harus memainkan peran utama dalam upaya ini. Kepala Interpol juga mengatakan dia menduga tidak hanya senjata ringan yang akan membanjiri pasar gelap internasional segera setelah konflik antara Moskow dan Kiev berakhir, tetapi juga senjata berat.

“Begitu senjata diam, senjata ilegal akan datang. Kita mengetahui hal ini dari banyak teater konflik lainnya. Para penjahat bahkan sekarang, seperti yang kita bicarakan, berfokus pada mereka,” katanya, seraya menambahkan bahwa kelompok-kelompok kriminal akan mencoba mengeksploitasi situasi kacau untuk mendapatkan persenjataan yang digunakan oleh militer dan termasuk senjata berat.

“Tidak ada negara atau wilayah yang dapat menanganinya secara terpisah karena kelompok-kelompok ini beroperasi di tingkat global,” Stock memperingatkan.

Kepala Interpol juga mengatakan bahwa Eropa mungkin melihat gelombang besar senjata ilegal. Dia kemudian menyerukan pembentukan sistem pelacakan untuk senjata yang dikirim ke Ukraina, menambahkan bahwa mereka sudah berkoordinasi dengan negara-negara anggota untuk mendorong mereka menggunakan alat-alat ini.

AS, bersama dengan sekutunya seperti Jerman dan Inggris, terus memasok senjata ke Ukraina sejak dimulainya konflik dengan Rusia pada akhir Februari. Sebagian besar peralatan terdiri dari senjata ringan dan rudal anti-tank dan anti-udara portabel, bersama dengan amunisi dan bahan bakar.

Pada hari Rabu, AS mengatakan akan menjual drone tempur MQ-1C Gray Eagle Ukraina yang mampu membawa hingga delapan rudal Hellfire. Sementara Kementerian Pertahanan Slovakia mengumumkan pada hari yang sama bahwa mereka akan memasok Kiev dengan howitzer self-propelled. Inggris sebelumnya mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mempersenjatai Ukraina dengan beberapa peluncur roket buatan AS tetapi membutuhkan persetujuan Washington terlebih dahulu.

Pasokan senjata yang terus berlanjut telah menyebabkan beberapa badan penegak hukum mengungkapkan keprihatinan tentang nasib senjata-senjata ini.

Pada akhir Mei, Europol -badan penegak hukum UE- mengatakan kepada media Jerman bahwa persenjataan yang dikirim ke Ukraina dapat berakhir di tangan para penjahat. Kepala badan tersebut, Catherine De Bolle, membandingkan situasi saat ini di Ukraina dengan situasi Balkan 30 tahun lalu, ketika Perang Balkan menyebabkan gelombang besar senjata ke pasar gelap.

“Senjata dari perang itu masih digunakan oleh kelompok kriminal hari ini,” kata De Bolle.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya