Berita

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Michelle Bachelet/Net

Dunia

AS Tuding China Batasi dan Manipulasi Kunjungan Michelle Bachelet ke Xinjiang

MINGGU, 29 MEI 2022 | 12:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) mengecam China karena telah membatasi dan memanipulasi kunjungan Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Michelle Bachelet ke negara tersebut, termasuk Xinjiang.

Departemen Luar Negeri AS pada Minggu (29/5) menyayangkan tindakan Beijing yang dinilai telah membatasi upaya PBB untuk menilai lingkungan HAM di Xinjiang, di mana diyakini telah terjadi genosida Muslim Uighur di sana.

"Amerika Serikat tetap prihatin dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet dan kunjungan timnya ke Republik Rakyat China (RRC) dan upaya Beijing untuk membatasi dan memanipulasi kunjungannya," kata Deplu AS, seperti dikutip ANI News.


Deplu juga menyebut, muncul laporan bahwa penduduk Xinjiang diperingatkan untuk tidak mengeluh atau berbicara secara terbuka tentang kondisi di wilayah tersebut.

Di samping itu, tidak ada informasi yang diberikan tentang keberadaan ratusan orang Uighur yang hilang dan kondisi lebih dari satu juta orang yang ditahan di kamp-kamp interniran.

"Komisaris Tinggi seharusnya diizinkan mengadakan pertemuan rahasia dengan anggota keluarga Uighur dan komunitas diaspora etnis minoritas lainnya di Xinjiang yang tidak berada dalam fasilitas penahanan tetapi dilarang bepergian ke luar wilayah tersebut," tambah Deplu AS.

Di dalam pernyataan itu, Deplu AS juga menyebut Bachelet tidak diizinkan mengakses individu yang merupakan bagian dari program transfer tenaga kerja Xinjiang dan telah dikirim ke provinsi lain di seluruh China.

Bachelet melakukan kunjungan enam hari ke China, termasuk dua hari di Xinjiang. Dalam pernyataannya, Bachelet menyebut selama kunjungannya, ia telah menyatakan keprihatinan terhadap pemerintah China.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya